PTPP Bakal Ikut Bangun Sirkuit MotoGP di Mandalika

CNN Indonesia | Sabtu, 18/05/2019 04:31 WIB
PTPP Bakal Ikut Bangun Sirkuit MotoGP di Mandalika Ilustrasi pembangunan properti. (www.pt-pp.com).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk atau PTPP mengaku akan ikut membangun sirkuit balapan MotoGP di Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang akan digelar pada 2021 mendatang. Targetnya, sirkuit bertaraf internasional bisa rampung pada 2020.

Direktur Perencanaan dan Pengembangan PTPP M. Aprindy mengatakan perusahaan sudah menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understandings/MoU) terkait pembangunan sirkuit dengan PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Indonesia Tourism Development Coporation/ITDC).

ITDC merupakan pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang menjadi tempat perhelatan ajang balapan tersebut.


Bahkan, menurut Aprindy, PTPP juga sudah berkomunikasi dengan Vinci Construction, perusahaan jasa konstruksi sekaligus investor pembangunan sirkuit.


"Kami ingin MoU bisa ditindaklanjuti dengan PKS (Perjanjian Kerja Sama) dalam tiga bulan ke depan," ungkapnya di kawasan Senopati, Jakarta, Jumat (17/5).

Namun, usai penandatanganan MoU, masing-masing perusahaan belum meneken PKS. Pasalnya, PTPP masih perlu merampungkan studi kelayakan proyek hingga perhitungan rinci mengenai nilai investasi.

"Ini masih kami hitung," imbuhnya.

Kendati begitu, ia menekankan bila studi sudah rampung, maka PTPP siap mengebut pengerjaan sirkuit MotoGP itu agar bisa selesai pada akhir 2020 sesuai dengan harapan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sebab, sirkuit tersebut akan digunakan pada 2021.


Sementara soal pendanaan dalam rangka membiayai pembangunan sirkuit, Aprindy mengatakan perusahaan akan turut merogoh kocek. Meski, enggan memberi berapa estimasi dana yang dibutuhkan.

Namun, ia memastikan sumber pendanaan sudah dikantongi perusahaan. "Dari sisi likuiditas kami mengandalkan pinjaman bank dan obligasi," jelasnya.

Sebelumnya, ITDC telah menggandeng Vinci Construction untuk membangun sirkuit balapan MotoGP di Mandalika. Rencananya, kontraktor asal Perancis itu akan mengggelontorkan dana senilai US$1 miliar atau sekitar Rp14,5 triliun (berdasarkan asumsi Rp14.500 per dolar AS).

Suntikan dana itu merupakan pinjaman berdurasi sekitar 15 tahun. Rencananya, Vinci tidak hanya membangun sirkuit, namun juga akan membangun sarana dan prasarana pendukung.

"Vinci akan bangun sirkuit, convention center, hotel, rumah sakit khusus. Sementara ITDC hanya infrastruktur dasar, misalnya jalan sepanjang 11 kilometer, masjid, pantai, dan lainnya," kata Direktur Utama ITDC Abdulbar Mansoer.


Konsepnya, sirkuit akan dibangun dengan memanfaatkan jalan raya yang sudah ada alias street circuit. Tujuannya agar pembangunan sirkuit tidak hanya bisa digunakan untuk perhelatan balapan MotoGP saja. Namun ketika balapan tidak sedang digelar, pemerintah tetap bisa memanfaatkan jalan tersebut untuk menunjang konektivitas di KEK Mandalika, termasuk menuju ke titik wisata.

"Kami bangun jalan yang akan digunakan saat balapan. Kalau tidak ada balapan, nanti seperti Nusa Dua menjadi jalan kawasan saja. Ini pertama di dunia untuk MotoGP," katanya. (uli/lav)