April 2019, PTPP Baru Amankan 21 Persen Target Kontrak Baru

CNN Indonesia | Minggu, 19/05/2019 12:46 WIB
April 2019, PTPP Baru Amankan 21 Persen Target Kontrak Baru Logo PTPP. (www.pt-pp.com).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk atau PTPP mencatat total kontrak baru yang didapat sejak Januari hingga April 2019 sebesar Rp10,75 triliun. Perolehan kontrak baru itu setara 21 persen dari target sebesar Rp50,3 triliun pada akhir tahun ini.

Direktur Keuangan PTPP Agus Purbianto mengatakan kontrak baru yang berhasil didapat pada tahun ini didominasi oleh proyek-proyek hasil kerja sama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Sumbangan proyek dari perusahaan pelat merah itu sebesar Rp7,2 triliun atau 67,59 persen dari total nilai kontrak baru. Kontrak baru juga didapat dari kerja sama dengan perusahaan swasta senilai Rp2,52 trilun atau 23,46 persen dari perolehan kontrak.

"Sisanya dari pemerintah atau APBN dengan kontribusi 8,93 persen dari target," ungkap Agus di kawasan Kebayoran, Jakarta, Jumat (17/5).
Menurut sumbernya, nilai kontrak baru yang disumbang oleh induk perseroan mencapai Rp9,41 triliun. Sementara sisanya, disumbang anak usaha sebesar Rp1,34 triliun.


Berdasarkan jenis sektornya, nilai kontrak baru yang diperoleh dari proyek pembangunan jalan dan jembatan sebesar 32,23 persen. Lalu, dari sektor minyak dan gas bumi sekitar 31,48 persen.

Kemudian, gedung sekitar 24,42 persen, industri 6,51 persen, jalur kereta api 4,19 persen, dan pembangkit listrik 1,17 persen dari nilai kontrak baru.
Sementara proyek-proyek yang berhasil didapat, yaitu RDMP RU V Balikpapan tahap II senilai Rp3,38 triliun dan pembangunan jalan Tol Indrapura Kisaran ruas lanjutan Rp3 triliun.

Selanjutnya, pembangunan pesantren Mualimin di Yogyakarta sebesar Rp470 miliar, pembangunan perluasan Bandar Udara Soekarno Hatta sesi 1 dan 2 Rp455 miliar, dan kereta api Makassar-Pare-pare Rp450 miliar.

Lalu, juga berasal dari proyek sapras SPBU rest area senilai Rp334 miliar, SPAM Gresik Rp300 miiar, RSUD Soreang Rp269 miliar, dan lainnya.


"Dengan perolehan ini, manajemen optimis target kontak baru tahun ini akan tercapai," pungkasnya.

Pada tahun lalu, perusahaan pelat merah di bidang konstruksi itu berhasil mengantongi kontrak baru mencapai Rp43 triliun. Dari realisasi itu, perseroan meningkatkan target kontrak baru pada tahun ini sekitar 16,97 persen.  cleardot.gif


(uli/lav)