Kerusuhan Aksi 22 Mei, Grand Indonesia Tutup Lebih Awal

CNN Indonesia | Rabu, 22/05/2019 15:58 WIB
Kerusuhan Aksi 22 Mei, Grand Indonesia Tutup Lebih Awal Mal Grand Indonesia. (CNN Indonesia/Tri Wahyuni).
Jakarta, CNN Indonesia -- Manajemen Grand Indonesia akan menutup pusat perbelanjaan itu lebih awal, yakni jam 15.00 WIB. Padahal biasanya, Grand Indonesia tutup pada pukul 22.00 WIB.

Public Relations Grand Indonesia Annisa Hazarini menjelaskan kebijakan ini diambil mempertimbangkan perkembangan situasi keamanan saat ini akibat aksi demonstrasi 22 Mei yang diwarnai insiden.

"Kami melihat perkembangan situasi juga akhirnya kami memutuskan untuk tutup lebih awal hari ini," katanya kepada CNNIndonesia.com.


Di samping itu, ia mengungkapkan jika beberapa tenant di Grand Indonesia sudah menutup tokonya lebih awal, yakni pukul 12.00 WIB. Dari sisi pengunjung, ia menyebut jumlahnya menurun dibandingkan hari biasa. Namun, ia belum bisa memaparkan besarnya penurunan jumlah pengunjung.

t

"Kami melihat sudah banyak tenant yang tutup dan akhirnya kami putuskan Grand Indonesia tutup juga lebih awal, karena kami juga punya karyawan yang harus dipulangkan," jelasnya.

Ia mengatakan manajemen Grand Indonesia juga meningkatkan keamanan di kawasan Grand Indonesia sehubungan dengan adanya aksi 22 Mei yang lokasinya tak jauh dari Grand Indonesia. Akan tetapi, ia menyatakan kondisi di kawasan Grand Indonesia masih terbilang kondusif hingga saat ini.

"Saat ini baik-baik saja tidak ada masalah, tapi banyak pengalihan arus lalu lintas saja," terangnya.

Ia belum bisa memastikan operasional Grand Indonesia untuk esok hari usai aksi 22 Mei. Untuk sementara, kebijakan penutupan lebih awal hanya berlaku pada hari ini.


Ia tidak menampik penutupan Grand Indonesia lebih awal ini memberikan kerugian pada tenant yang berjualan di Grand Indonesia.

"Tetapi dalam hal ini kan kami tidak melakukan penutupan secara sepihak. Kami melihat situasi kondisi di lapangan, kami lihat juga tenant kami punya kebijakan masing-masing untuk menutup tenant, jadi akhirnya kami putuskan tutup lebih awal," ujarnya.

Tak hanya Grand Indonesia, Pasar Tanah Abang juga tutup pada hari ini. Lumpuhnya aktivitas perdagangan di Pasar Tanah Abang membuat para pedagang kehilangan omzet hingga Rp75 miliar. Jumlah tersebut setara dengan rata-rata omzet yang diraih pedagang di pasar Tanah Abang sekitar Rp2 juta - Rp3 juta dalam sehari.

Manajer Promosi Blok A Tanah Abang Hery Supriyatna mengatakan jumlah kios di Pasar Tanah Abang mencapai 20 ribu-25 ribu. Kios itu tersebar di berbagai kawasan, yakni Blok A, Blok B, Blok C, Blok F, Blok G, dan Metro.

[Gambas:Video CNN]

"Kalau diperhitungkan masing-masing kios itu Rp2 juta-Rp3 juta per hari. Itu dikalikan saja 25 ribu kios, jadi sekitar Rp75 miliar omzet mereka yang hilang kalau ditutup," tutur Hery kepada CNNIndonesia.com, Rabu (22/5).

Sebagai informasi, jumlah tenant di Grand Indonesia sekitar 350 tenant. Namun, belum bisa diprediksi kerugian akibat penutupan lebih awal ini. (ulf/lav)