Tiga Maskapai China Minta Kompensasi ke Boeing

CNN Indonesia | Kamis, 23/05/2019 06:05 WIB
Tiga Maskapai China Minta Kompensasi ke Boeing Ilustrasi pesawat Boeing. (Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tiga maskapai penerbangan terbesar di China telah meminta produsen pesawat asal Amerika Serikat (AS), Boeing Co untuk mengkompensasi kehilangan pendapatan yang timbul akibat terpaksa mendaratkan pesawat jenis 737 MAX dan dan penundaan pengiriman pesawat jenis itu. 

Permintaan kompensasi tiga kali lipat datang pada saat yang sensitif dalam hubungan China-AS, dengan serangkaian tarif impor khusus dilancarkan kedua negara.

Kenaikan tarif terbaru pemerintah AS atas impor China senilai US$200 miliar, telah menimbulkan kekhawatiran bahwa China dapat memberikan balasan kepada perusahaan AS.


Air China Ltd., dan China Southern Airlines Co. Ltd., mengatakan kepada Reuters bahwa mereka telah mengikuti langkah China Eastern Airlines Corp Ltd mengajukan kompensasi kepada Boeing.


China adalah negara pertama yang mendaratkan 737 MAX dua bulan lalu setelah kecelakaan maskapai Ethiopian Airlines yang menewaskan 157 orang pada Maret. Kecelakaan Ethiopian Airlines sendiri merupakan insiden serupa kedua untuk pesawat terbaru Boeing.

"China telah mengandangkan 96 pesawat, yang merupakan sekitar 4 persen dari pesawatnya. Pendaratan itu menyebabkan kerugian besar bagi maskapai China," kata pakar penerbangan China Li Xiaojin kepada Reuters.

Li memperkirakan kerugian harian yang diderita maskapai akibat mengandangkan pesawat Boeing mencapai sekitar 100 ribu yuan atau sekitar US$14.470 per pesawat.

"Potensi biaya juga besar. Pertumbuhan yang lebih lambat dalam volume penumpang di seluruh bandara utama China untuk bulan Maret dan April sebagian besar disebabkan oleh didaratkannya 737 jet MAX, menurut perhitungan saya," kata Li.

Regulator China menyebut jumlah 737 MAX jet yang dioperasikan oleh tiga maskapai penerbangan terbesar Tiongkok sebanyak 53 pesawat. Di luar China, maskapai yang meminta kompensasi kepada Boeing Turkish Airlines, United Airlines, Ryanair dan Flydubai.


Sebelumnya, Boeing juga mengumumkan tak memiliki pesanan baru pada April 2019.

Dikutip dari CNN, laporan perusahaan menyebut tidak hanya Boeing 737 Max yang tak menerima pesanan baru sejak dikandangkan pada 13 Maret lalu, Jet Boeing lainnya, seperti 787 Dreamliner atau 777 juga tak mendapatkan pesanan baru bulan lalu.

Boeing melaporkan masih menerima pesanan pada pesanan jet lainnya pada akhir Maret, bahkan setelah kecelakaan yang dialami Ethiopian Airlines. Lufthansa memesan 20 pesawat jet 787 pada 15 Maret, sedangkan British Airways memesan 18 pesawat pada 777X pada 22 Maret.

Sementara satu-satunya pesanan yang dilaporkan oleh Boeing untuk April adalah pembukuan empat pesawat 737 Max yang sebelumnya telah dijual ke Boeing Capital dipindahkan ke perusahaan penyewa pesawat yang tak dikenal bulan lalu. Boeing tidak menganggap itu sebagai pesanan baru. (agi/agi)