REI Sebut Hunian TOD Sasar Warga Berpenghasilan Rp15 Juta

CNN Indonesia | Kamis, 23/05/2019 12:05 WIB
REI Sebut Hunian TOD Sasar Warga Berpenghasilan Rp15 Juta Ilustrasi TOD. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Soelaeman Soemawinata meyakini hunian berkonsep Transit Oriented Development (TOD) merupakan solusi mengatasi kepadatan lalu lintas di Jakarta.

Soelaeman menilai harga yang ideal untuk hunian berkonsep TOD saat ini berada di kisaran Rp500 juta, dengan mempertimbangkan biaya konstruksi serta harga sewa lahan dengan pemerintah.

"Dengan harga sebesar itu berarti sasaran pasarnya adalah masyarakat dengan penghasilan minimal Rp15 juta ke atas. Saya kira itu sesuai, mengingat segmen tersebut yang memang selama ini menggunakan pribadi," ujar Soelaeman seperti dikutip dari Antara, Kamis (23/5).


Lagipula, jika masyarakat menilai harga hunian berkonsep TOD masih mahal, sebenarnya hal itu dapat difasilitasi dengan kredit pemilikan apartemen (KPA) dengan jangka waktu yang lebih panjang.


Ke depan, Soelaeman menjelaskan keberhasilan dari hunian berkonsep TOD itu dapat dilihat dari beralihnya masyarakat yang bekerja di Jakarta menggunakan transportasi massal.

"Kalau masyarakat masih banyak menggunakan sepeda motor atau mobil, maka program itu dapat dibilang gagal, tetapi kalau ternyata dapat membuat jalan-jalan di Jakarta lebih lengang berarti program itu berhasil," ujar Soelaeman.

Hunian berkonsep TOD itu, jelas Soelaeman dapat dibagi menjadi tiga, yakni hunian yang melekat dengan stasiun, dan hunian berjarak kurang dari satu kilometer (Km) saja sehingga dapat ditempuh dengan berjalan kaki.


Terakhir, hunian kurang dari 5 Km, sehingga dapat dijangkau dengan mobil atau sepeda motor. Khusus untuk TOD jenis ketiga, hal itu membutuhkan ketersediaan parkir yang cukup.

Hal itu berbeda dengan beberapa TOD di luar negeri yang dibagi menjadi dua konsep, yakni berdasarkan tujuan dan asal. TOD dengan konsep asal harus menyediakan fasilitas lengkap di stasiun asal, sedangkan konsep tujuan berarti fasilitas lengkap ada di tujuan, misalnya tempat makan dan minum serta mini market.

"Paling penting semua kendaraan pribadi dapat tertahan di rumah masing-masing serta penghuninya menggunakan transportasi massal untuk menuju ke kantor, sekolah, atau kuliah," jelas Soelaeman.

Soelaeman optimistis hadirnya MRT dan LRT di koridor Bekasi dan Cibubur sedikit banyak akan mengurangi kepadatan lalu lintas di DKI Jakarta, tinggal kini mempersiapkan kantong-kantong parkir dan fasilitas yang memadai.

[Gambas:Video CNN] (Antara/lav)