Sri Mulyani Pede Demo 22 Mei Tak Ganggu Kepercayaan Investor

CNN Indonesia | Kamis, 23/05/2019 17:46 WIB
Sri Mulyani Pede Demo 22 Mei Tak Ganggu Kepercayaan Investor Menteri Keuangan Sri Mulyani. (CNN Indonesia/Hesti )
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan kepercayaan investor baik di sektor riil maupun portfolio tak akan surut usai kerusuhan terjadi pada 21 dan 22 Mei 2019 lalu. Aksi kemarin, menurut dia, sejatinya sudah diantisipasi oleh pelaku pasar, sehingga investor sebenarnya tidak terlalu terkejut.

Sri Mulyani mengatakan investor sejatinya memahami bahwa pemenang pemilihan presiden yang valid sudah ditentukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Selasa (21/5) dini hari. Investor, menurut dia, juga percaya dengan hasil pemilu setelah beberapa kepala negara menyelamati terpilihnya kembali Joko Widodo sebagai presiden.

"Tidak ada element of surprise sebenarnya dengan kejadian kemarin karena pelaku ekonomi memahami pengumuman KPU. Meski memang, apa yang terjadi dengan kerusuhan ini sungguh disayangkan," jelas Sri Mulyani, Kamis (23/5).



Ia melanjutkan investor juga meyakini bahwa penyelesaian sengketa pemilu juga bisa diselesaikan dengan mekanisme yang terdapat di Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017, yakni dengan menggugat ke Mahkamah Konstitusi. Dengan demikian, investor yakin gejolak politik dalam negeri pun bisa rampung tanpa menyisakan masalah berlarut-larut.

"Dan kami semua percaya, aparat penegak hukum pasti akan menangani sesuai dengan peraturan perundangan yang ada," jelas dia.

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan aliran modal masuk dan sistem pembayaran selama kerusuhan dua hari masih berjalan dengan lancar di tengah situasi yang kurang kondusif.


Ia mengatakan aliran modal asing masuk dalam transaksi Surat Berharga Negara (SBN) pada 21 dan 22 Mei 2019 kemarin mencatat aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp1,7 triliun. Padahal, sepekan sebelumnya, transaksi SBN mencatat aksi jual bersih (net sell) di pasar sekunder sebesar Rp37,3 triliun saat perang dagang antara Amerika Serikat dan China sedang panas-panasnya.

Sementara itu, perbankan juga masih beroperasi seperti biasa pada 22 Mei 2019. Hal ini bisa dilihat dari jumlah transaksi Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) yang mencapai 696 ribu transaksi atau lebih tinggi dari transaksi rata-rata harian 616 ribu transaksi dengan nilai mencapai Rp14 triliun. Tak hanya itu, BI juga mencatat transaksi kliring besar melalui BI Real Time Gross Settlement (BI-RTGS) dengan nilai Rp577 triliun.

"Dan kemudian perbankan masih beroperasi secara normal dan ada 13 bank yang sudah menarik uang lewat BI. Semuanya tetap berjalan seperti biasa secara nasional, meski beberapa bank yang berada di lokasi kerusuhan ini terganggu," jelas Perry. (agi/agi)