Sri Mulyani Sebut Minat Investor Beli Surat Utang RI Naik

CNN Indonesia | Kamis, 23/05/2019 18:45 WIB
Sri Mulyani Sebut Minat Investor Beli Surat Utang RI Naik Menteri Keuangan Sri Mulyani. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan minat investor dalam membeli Surat Utang Negara (SUN) atau Surat Berharga Negara (SBN) di tahun ini lebih tinggi ketimbang tahun sebelumnya. Hal itu terlihat dari rata-rata jumlah penawaran yang masuk di setiap lelang SBN.

Menurut data yang dimilikinya, rata-rata penawaran SBN yang masuk di pasar primer (incoming bid) tercatat Rp37,1 triliun per lelang antara Januari hingga Mei tahun ini. Angka ini meningkat 25,72 persen dibanding tahun lalu, di mana incoming bid hanya tercatat sebesar Rp29,51 triliun.

Ia bilang, ini merupakan indikasi bahwa fundamental perekonomian Indonesia masih dipandang baik, sehingga penawarannya cukup tinggi. Adapun kepercayaan mengenai fundamental ekonomi Indonesia terlihat dari imbal hasil (yield) SBN milik Indonesia.


Sekadar informasi, yield SBN Indonesia berdenominasi valas dengan tenor 10 tahun mengalami penurunan 14,63 persen jika dibandingkan secara tahun kalender. Meski memang, yield obligasi dalam negeri cenderung naik 0,85 persen. Adapun, yield yang turun mencerminkan ekspektasi bahwa risiko ekonomi juga tengah menurun.

"Jadi memang ada confident terhadap SBN sejak awal tahun, termasuk dari investor asing" jelas Sri Mulyani, Kamis (23/5).


Lebih lanjut, tingginya incoming bid ini seolah menegaskan bahwa kebijakan front loading pemerintah terbilang tepat. Front loading adalah kebijakan menarik utang dalam jumlah besar di awal tahun demi menutupi kebutuhan pembiayaan sepanjang tahun. Pasar keuangan dinilai semakin berisiko menuju pertengahan tahun karena investor ragu-ragu investasi setelah perang dagang Amerika Serikat dan China semakin panas.

Efek kehati-hatian investor, lanjut dia, sudah tercermin di dalam lelang SBN pada 21 Mei 2019 kemarin. Saat itu, pemerintah menerima incoming bid sebesar Rp26,19 triliun dalam menerbitkan tujuh seri SBN. Angka tersebut, jelas Sri Mulyani, lebih kecil dibanding rata-rata penawaran yang masuk sepanjang tahun ini.

"Tapi kami percaya ini sikap sementara karena dampak dari global, sehingga kami sangat nyaman dengan kebijakan front loading. Kebutuhan kas sampai 2019 akan tetap terjaga sesuai dengan kebutuhan pengeluaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019," ujar dia.


Meski demikian, Sri Mulyani mengatakan bahwa incoming bid tidak lagi menjadi persoalan setelah ini karena kebutuhan pembiayaan sudah terisi setengahnya, Ia mencatat, penerbitan SBN bruto hingga saat ini sudah mencapai 56,17 persen dari total rencana penerbitan sebesar Rp825,7 triliun sepanjang tahun ini.

Selain itu, dirinya juga sudah memperbesar penerbitan surat utang berdenominasi yen (Samurai Bonds) ketimbang rencana asalnya. Sebagai informasi, pemerintah telah menerbitkan Samurai Bonds sebesar 177 miliar yen atau sekitar Rp23,32 triliun pada Kamis (16/5) lalu.

"Dari sisi fiskal, kami yakin sudah melakukan langkah front loading yang teratur," jelas Sri Mulyani.
[Gambas:Video CNN] (glh/agi)