Menperin Sebut Aktivitas Industri Terganggu Kerusuhan 22 Mei

CNN Indonesia | Sabtu, 25/05/2019 10:38 WIB
Menperin Sebut Aktivitas Industri Terganggu Kerusuhan 22 Mei Meski mengganggu aktivitas industri, Menteri Perindustrian Airlanggar Hartarto memastikan kerusuhan 22 Mei 2019 tak akan mengganggu investasi ke depan. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyayangkan aktivitas industri yang terganggu akibat kerusuhan 22 Mei 2019. Beberapa pusat perbelanjaan dan ritel juga merugi hingga miliaran rupiah.

Airlangga mengatakan Pasar Tanah Abang yang ditutup menjadi contoh pusat perbelanjaan yang mendulang rugi karena terpaksa ditutup. Padahal, tempat itu menjadi salah satu tempat perputaran ekonomi.

"Aktivitas perekonomian terganggu di Jakarta itu sudah pasti dan kami sangat menyayangkan itu," kata Airlangga, Jumat (24/5).


Padahal, Pasar Tanah Abang selalu ramai saat Ramadan dan jelang Lebaran. Masyarakat kerap berbelanja kebutuhan hari raya di Tanah Abang.


"Ini terganggu beberapa saat. Kami berharap aktivitas perekonomian rakyat bisa kembali pulih," ucapnya.

Kendati begitu, ia memastikan kerusuhan 22 Mei 2019 tak akan mengganggu ketertarikan investor menanamkan dananya di dalam negeri. Pasalnya, aparat penegakan hukum pada akhirnya berhasil mengendalikan aksi massa yang terjadi pada Selasa (21/5) malam dan Rabu (22/5) malam.

"Pasar merespons positif. Baik itu pasar modal maupun pasar uang," ujar Airlangga.

Senada, Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani mengatakan dampak dari kerusuhan 22 Mei 2019 terhadap pusat perbelanjaan memang terasa. Di Pasar Tanah Abang misalnya, potensi kerugiannya mencapai Rp200 miliar.


"Dampak pasti ada dari segi ritel makanan minuman yang terutama berada di lokasi terjadinya demo itu. Ya Tanah Abang kami tahu itu tutup, per hari rugi Rp200 miliar," papar Rosan.

Hanya saja, Rosan juga berpendapat bahwa investasi tak akan terganggu ke depannya. Hal ini lantaran kondisi ekonomi dalam negeri masih dinilai positif, di mana pertumbuhan ekonomi masih sekitar 5 persen.

"Jadi itu tetap membuat Indonesia menjadi negara yang sangat menarik untuk mereka berinvestasi di sini (Indonesia)," tegas Rosan.

Apalagi, investor biasanya menempatkan dananya di Indonesia untuk jangka panjang. Dengan demikian, sentimen kerusuhan 22 Mei 2019 diyakini tak mempengaruhi pelaku usaha baik lokal maupun asing untuk berinvestasi di dalam negeri.
[Gambas:Video CNN] (aud/agi)