Aksi 22 Mei, Aprindo Prediksi Toko Ritel Modern Rugi Rp1,5 T

CNN Indonesia | Kamis, 23/05/2019 17:17 WIB
Aksi 22 Mei, Aprindo Prediksi Toko Ritel Modern Rugi Rp1,5 T Ilustrasi toko ritel. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) memperkirakan kerugian yang ditanggung toko ritel modern akibat aksi demonstrasi 22 Mei mencapai Rp1,2 triliun - Rp1,5 triliun.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mande menyatakan angka itu merupakan asumsi perhitungan kasar berdasarkan omzet harian yang diterima toko ritel modern setiap hari.

"Saya belum mendapat laporan tertulis yang akurat, tetapi saya coba menyampaikan menggunakan angka perkiraan," katanya kepada CNNIndonesia.com.


Ia merinci hitungan tersebut didapat dengan asumsi pendapatan toko ritel modern pada setiap pusat perbelanjaan sebesar Rp30 miliar-Rp35 miliar setiap hari. Dengan catatan, setiap pusat perbelanjaan terdiri dari dua hingga tiga toko ritel modern yang menjadi anggota dari Aprindo.


Tercatat, jumlah anggota Aprindo saat ini mencapai 600 anggota yang tersebar di seluruh Indonesia. Khusus di Jakarta, jumlah anggota Aprindo mencapai 150 toko ritel modern.

"Untuk satu mall yang terdiri dua sampai tiga toko ritel modern, omzetnya mencapai Rp30 miliar-Rp35 miliar. Itu saya tidak menghitung toko ritel modern kecil di bawah 100 meter persegi," jelasnya.

Di sisi lain, jumlah pusat perbelanjaan di Indonesia menurut data Colliers International mencapai 708 pusat perbelanjaan di tahun 2018. Dari total tersebut, ia menyebut sebanyak 12 persen atau sekitar 84 pusat perbelanjaan terletak di Jakarta.

Dengan demikian, maka total kerugian toko ritel modern di satu pusat perbelanjaan sebesar Rp30 miliar- Rp35 miliar dikalikan dengan jumlah pusat perbelanjaan sebanyak 84 pusat perbelanjaan. Maka, lanjutnya, total kerugian toko ritel modern mencapai Rp2,52 triliun - Rp2,94 triliun dalam satu hari penuh.


"Kalau seperti kemarin tutup jam 15.00 WIB, artinya hanya setengah hari. Jadi kurang lebih angkanya mencapai Rp1,2 triliun-Rp1,5 triliun karena ada gejolak (konsumsi) puasa meningkat," paparnya.

Kerugian menjadi berlipat ketika pusat perbelanjaan memutuskan untuk menutup operasional lebih lama. Sebut saja, Plaza Indonesia yang memutuskan untuk menutup operasional dari Rabu (22/5) hingga Sabtu (25/5).

Meski tidak semua pusat perbelanjaan tutup pada Rabu (22/5) kemarin, ia menyatakan ada penurunan pengunjung hingga 50 persen dari hari bisanya. Kondisi ini, lanjutnya, tak pelak ikut mempengaruhi penurunan omset pada toko ritel modern.

"Mereka memang masih buka, tapi yang mendatangkan transaksi kan kunjungan konsumen. Nah, sekarang konsumen cenderung memilih stand by dulu melihat keadaan," imbuhnya.


Ia berharap pemerintah bisa segera mengembalikan kondisi Jakarta kondusif seperti sedia kala. Pasalnya, dalam beberapa hari lagi pegawai akan mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR).

Puncak konsumsi periode Lebaran

akan terjadi pada dua hingga tiga hari usai pembagian THR. Setelah itu, konsumsi mulai turun kepada tingkatan normal lantaran masyarakat mulai merencanakan mudik.

"Kami harap kondisi ini segera recovery, pulih kembali. Sehingga ekonomi gerak lagi, karena Sabtu (25/5) hingga Senin (27/5) diprediksi menjadi puncak konsumsi masyarakat," tuturnya.

Tak hanya pelaku toko ritel modern, pedagang pasar Tanah Abang juga harus menanggung kerugian karena tutup pada 22 Mei 2019.


Lumpuhnya aktivitas perdagangan di Pasar Tanah Abang membuat para pedagang kehilangan omzet hingga Rp75 miliar. Jumlah tersebut setara dengan rata-rata omzet yang diraih pedagang di pasar Tanah Abang sekitar Rp2 juta - Rp3 juta dalam sehari.

Manajer Promosi Blok A Tanah Abang Hery Supriyatna mengatakan jumlah kios di Pasar Tanah Abang mencapai 20 ribu-25 ribu. Kios itu tersebar di berbagai kawasan, yakni Blok A, Blok B, Blok C, Blok F, Blok G, dan Metro.

"Kalau diperhitungkan masing-masing kios itu Rp2 juta-Rp3 juta per hari. Itu dikalikan saja 25 ribu kios, jadi sekitar Rp75 miliar omzet mereka yang hilang kalau ditutup," tutur Hery kepada CNNIndonesia.com, Rabu (22/5).

[Gambas:Video CNN] (ulf/lav)