Tertekan Perang Dagang, Rupiah di Level Rp14.400 per Dolar AS

CNN Indonesia | Rabu, 29/05/2019 16:46 WIB
Tertekan Perang Dagang, Rupiah di Level Rp14.400 per Dolar AS Ilustrasi rupiah. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.400 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot Rabu (29/5) sore. Dengan demikian, maka rupiah melemah 0,08 persen dibandingkan penutupan Selasa (28/5) yakni Rp14.375 per dolar AS.

Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.417 per dolar AS atau melemah dibanding kemarin yakni Rp14.380 per dolar AS. Pada hari ini, rupiah berada di dalam rentang Rp14.385 hingga Rp14.432 per dolar AS.

Sore hari ini, mata uang utama Asia melemah terhadap dolar AS. Peso Filipina melemah 0,21 persen, ringgit Malaysia melemah 0,21 persen, dolar Singapura melemah 0,26 persen, rupee India melemah 0,34 persen, dan won Korea Selatan melemah 0,7 persen.

Di sisi lain, terdapat mata uang Asia yang menguat seperti baht Thailand sebesar 0,03 persen dan yen Jepang sebesar 0,13 persen. Sementara itu, dolar Hong Kong tidak bergerak terhadap dolar AS.



Sementara mata uang negara maju melemah terhadap dolar AS. Euro tercatat melemah 0,06 persen, poundsterling Inggris melemah 0,13 persen, dan dolar Australia melemah 0,15 persen terhadap dolar AS.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan sentimen perang dagang melemahkan rupiah di perdagangan hari ini. Perkembangan terbaru, China berancang-ancang untuk mengurangi ekspor bahan tambang tanah jarang (rare earth) ke AS.

Ini mengindikasikan bahwa tensi dagang antara AS dan China belum mereda. Ini seolah menegaskan pernyataan Presiden AS Donald Trump pada Senin (27/5) bahwa dirinya masih belum siap untuk melanjutkan pembicaraan dengan China.

[Gambas:Video CNN]

Lalu, indeks keyakinan konsumen di AS tercatat naik 134,1 pada Mei lalu, atau naik 4,9 poin dibanding bulan sebelumnya. Ini seolah membalik kondisi pekan lalu, di mana rilis data ekonomi AS memburuk, seperti penjualan rumah baru dan indeks manufaktur.

"Artinya, konsumen AS masih optimistis menatap masa depan. Konsumen masih berencana untuk meningkatkan belanja, yang bakal menjadi pondasi pertumbuhan konsumsi rumah tangga dalam pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB)," tutur Ibrahim, Rabu (29/5).

Ibrahim memperkirakan rupiah akan kembali melemah pada perdagangan Jumat (29/5). Ia memperkirakan akhir pekan nanti rupiah akan melemah di kisaran Rp14.385-Rp14.480 per dolar AS.

(glh/agt)