Kendati demikian, perolehan laba tersebut melesat jika dibandingkan hingga kuartal III 2018 yang baru mencapai Rp5 triliun dan anjlok Rp30 triliun dibanding periode yang sama tahun lalu. Capaian tersebut juga jauh di atas proyeksi Presiden Joko Widodo yang memperkirakan laba Pertamina sepanjang tahun lalu Rp20 triliun.
Direktur Keuangan Pertamina Pahala Mansury menjelaskan kenaikan laba tersebut seiring peningkatan penjualan perseroan dari US$46 miliar menjadi US$57,9 miliar.
"Terkait dividen, disetujui pembagian Rp7,95 triliun untuk menambah kontribusi Pertamina kepada negara," ujar Pahala di Jakarta, Jumat (31/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pahala menjelaskan peningkatan penjualan ditopang oleh bisnis hulu perseroan. Hal ini sejalan dengan peningkatan rata-rata harga minyak Indonesia (ICP) sepanjang tahun lalu.
"Penjualan gas juga naik 30 persen ditopang Blok Mahakam. Sedangkan dari sisi ritel, bisnis tumbuh 2 persen," terang dia.
"Untuk Pembayaran masih dalam proses untuk dibacakan lebih lanjut dengan pemerintah tergantung kondisi fiskal dan kondisi keuangan pemerintah. Yang paling penting diakui dulu," jelas dia.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyebut laba Pertamina sepanjang tahun lalu mencapai sekitar Rp20 triliun. Pertamina beberapa waktu lalu juga mengumumkan telah menyumbang Rp120,8 triliun ke kantong negara pada sepanjang 2018. Pendapatan tersebut terdiri dari pajak sebesar Rp112,34 triliun dan dividen sebesar Rp8,4 triliun.
[Gambas:Video CNN] (sfr/agi)