Pemerintah Ramal Harga Tiket Pesawat Sulit Turun Usai Lebaran

CNN Indonesia | Jumat, 31/05/2019 18:07 WIB
Kementerian Koordinator Perekonomian menyebut harga tiket pesawat akan sulit turun lagi setelah lebaran karena harga avtur masih naik. Ilustrasi tiket pesawat. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Koordinator Perekonomian menyatakan bahwa upaya penurunan harga tiket pesawat yang dilakukan pemerintah beberapa waktu lalu belum memberikan hasil memuaskan. Lembaga itu bahkan memperkirakan tiket pesawat akan sulit turun lebih rendah lagi setelah lebaran.

Perkiraan tersebut berdasarkan pada harga avtur. Saat ini pemerintah melihat harga avtur masih relatif lebih tinggi dibandingkan beberapa tahun lalu.

"Memang, untuk (tarif pesawat) kembali rendah berat karena secara bersamaan avtur kan naik," ujar Deputi Bidang Koordinasi Makro dan Keuangan Iskandar Simorangkir di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jumat (31/5).


Selain itu, maskapai juga telah menurunkan harga tiketnya menjelang lebaran menyusul pemangkasan tarif batas atas (TBA). Berdasarkan pengamatannya, penurunan harga berkisar Rp100.000 hingga Rp200.000, tergantung rute.


Sebenarnya, lanjut Iskandar, dampak kenaikan tiket pesawat masih normal terhadap inflasi. Namun, pemerintah perlu mencermati dampaknya terhadap sektor lain.

Terlebih, penumpang angkutan udara terkontraksi pada kuartal I 2019. 
Terkait risiko ditutupnya rute penerbangan menyusul pemangkasan TBA oleh pemerintah, Iskandar mengungkapkan fenomena tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia.

Fenomena juga terjadi di India. Maskapai Jet Air terpaksa menutup beberapa rutenya karena tingginya harga avtur.

Di tempat yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan rerata tarif transportasi akan naik bulan ini. Namun, inflasinya tak sebesar bulan lalu.

"Sampai akhir bulan lalu, inflasi transportasi sudah agak tinggi makanya naiknya bulan ini tidak banyak lagi tetapi memang masih naik," ujar Darmin.

[Gambas:Video CNN]

Pemerintah, lanjut Darmin, terus memantau perkembangan harga pesawat. Pasalnya, dampak kenaikan tiket pesawat cukup luas ke berbagai sektor, salah satunya pariwisata.

"Kami coba dalami terus nanti kami bicarakan pada waktu lain, mungkin setelah lebaran," ujarnya.

Sebagai catatan, berdasarkan data BPS, kenaikan tarif angkutan udara masih terjadi hingga April 2019 di mana andil angkutan udara mencapai 0,03 persen dari inflasi bulanan April yang tercatat 0,44 persen.

Secara tahunan juga demikian, dari total inflasi 2,83 persen andil angkutan udara mencapai 0,31 persen.



(sfr/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK