Tiket Balik Bakauheni-Merak Naik 10 Persen pada Malam Hari

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Rabu, 05/06/2019 09:07 WIB
Tiket Balik Bakauheni-Merak Naik 10 Persen pada Malam Hari Foto udara ribuan kendaraan pemudik tujuan Pulau Sumatera antre sebelum memasuki kapal roro di Pelabuhan Merak, Banten, Kamis (30/5/2019). (Foto: ANTARA FOTO/Dziki Oktomauliyadi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Harga tiket penyeberangan dari Pelabuhan Bakauheni ke Pelabuhan Merak akan lebih mahal sekitar 10 persen pada malam hari saat arus balik Lebaran 2019. Sementara harga penyeberangan pada siang hari akan didiskon sebesar 10 persen.

Kebijakan perbedaan harga ini merupakan keputusan yang telah disepakati pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dengan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) selaku operator penyeberangan antar pelabuhan. Keputusan itu dihasilkan dari rapat persiapan arus balik pada Senin (3/6).

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan kebijakan perbedaan harga sengaja dilakukan karena terbukti efektif mengurai kepadatan aktivitas penyeberangan masyarakat pada arus mudik beberapa hari yang lalu.


Rencananya, kebijakan perbedaan harga juga akan diberlakukan pada masa arus balik, mulai 7 Juni sampai 9 Juni 2019.

"Kebijakan ini cukup efektif dalam mengajak masyarakat untuk menyeberang pada siang hari," ucap Budi dalam keterangan resmi, Selasa (4/6).

Diskon tarif 10 persen akan diberikan untuk penyeberangan pada pukul 08.01 sampai 19.59 WIB. Sementara kenaikan tarif 10 persen diberlakukan untuk penyeberangan pada pukul 20.00 sampai 08.00 WIB.

Direktur Utama ASDP Indonesia Ira Puspadewi menambahkan, kebijakan perbedaan harga memang terbukti efektif mengurai kepadatan penyeberangan. Contohnya, ketika arus mudik pada 30 Mei lalu.

Saat itu, kata Ira, jumlah penyeberang dari Pelabuhan Merak ke Bakauheni meningkat sekitar 30 persen pada siang hari dibandingkan malam hari.

"Ini belum pernah terjadi sebelumnya, di mana pemudik malam hari lebih sedikit daripada yang siang," ungkapnya.

Meski begitu, menurut Ira, ada beberapa faktor lain yang berhasil membuat aktivitas penyeberangan jauh lebih tinggi pada siang hari ketimbang malam hari. Misalnya, karena 30 Mei lalu merupakan hari libur nasional.

"Ada juga efek di mana masyarakat memahami awalnya ada konsep ganjil genap, yang siang tidak diberlakukan jadi berangkat siang saja," katanya.

Lebih lanjut, Ira menekankan ASDP Indonesia mendukung penuh kebijakan perbedaan harga. Sebab, kebijakan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. (uli/fea)