Trump Tunda Kenaikan Tarif Impor untuk Meksiko

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 08/06/2019 15:51 WIB
Trump Tunda Kenaikan Tarif Impor untuk Meksiko Capai kesepakatan baru dengan Meksiko, Presiden Donald Trump mengumumkan akan menunda kenaikan tarif bea masuk impor sampai waktu yang tidak ditentukan. (REUTERS/Leah Millis)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump, pada Jumat (7/6), resmi menunda kenaikan tarif bea masuk impor sebesar lima persen untuk produk-produk asal Meksiko waktu setempat. Hal ini lantaran ada kesepakatan baru antara AS dan Meksiko.

Semula, orang nomor satu di Negeri Paman Sam itu akan memberlakukannya pada Senin (10/6) besok. Namun, dalam kicauan di akun Twitter pribadinya, Trump mengumumkan akan menunda kenaikan tarif bea masuk impor bagi Meksiko sampai waktu yang tidak ditentukan.

Ia mengatakan penundaan dilakukan lantaran pemerintah Meksiko sudah berjanji akan berupaya keras untuk menahan arus imigran Meksiko ke perbatasan AS. Menurut janjinya, pemerintah Meksiko akan berusaha mengurangi, bahkan menghilangkan imigran gelap dari negara mereka ke AS.



"Saya senang memberi tahu Anda bahwa AS telah mencapai perjanjian yang ditandatangani dengan Meksiko. Rincian perjanjian akan segera dirilis oleh Departemen Luar Negeri," tulisnya di Twitter, dikutip Sabtu (8/6).

Menteri Luar Negeri Meksiko Marcelo Ebrard mengatakan negaranya memang sudah menyetujui kesepakatan ini sebagai jalan keluar dari potensi terjadinya perang dagang antar kedua negara.

Meski begitu, di sisi lain, Meksiko masih menunggu hasil keputusan pengadilan atas dugaan migrasi ilegal, terkait pengerahan pihak keamanan nasional ke perbatasan, yang sebelumnya sempat dipermasalahkan AS.

Lebih lanjut, upaya penahanan imigran gelap Meksiko ke AS akan dilakukan dengan mengerahkan lebih banyak petugas pengawas di perbatasan kedua negara. "Saya pikir ini keseimbangan yang adil," ungkapnya, dikutip dari Reuters.

Kendati sudah bersepakat, namun Meksiko dan AS dikabarkan akan kembali memulai diskusi dalam 90 hari ke depan untuk merumuskan langkah-langkah selanjutnya.


Sebelumnya, otoritas keamanan perbatasan AS menangkap sekitar 132 ribu orang imigran gelap yang menyeberang dari Meksiko pada Mei 2019. Jumlah itu merupakan yang tertinggi sejak 2006.

Hal tersebut membuat Trump marah dan mengancam akan mengerek tarif bea masuk impor produk dari Meksiko. Di sisi lain, Meksiko sejatinya juga mulai menyusun daftar kemungkinan tarif balasan bagi produk pertanian dan industri AS.

Wacana perang dagang dengan Meksiko pun mencuat. Ini menjadi perang dagang kedua AS setelah sebelumnya sudah menyerukan ketegangan dengan China. Untuk China, Trump bahkan memasang tarif bea masuk impor mencapai 25 persen bagi produk-produk asal China senilai US$200 miliar.

Belakangan, Trump melarang Huawei, perusahaan teknologi raksasa asal China untuk mendapatkan akses teknologi dan jaringan komunikasi di negara adidaya itu. Setelahnya, China mengancam akan mengeluarkan daftar hitam (blacklist) terhadap perusahaan AS yang melanggar aturan main dan memblokir perusahaan China. (uli/end)