Perang Dagang, AS Siap Kenakan Tarif Baru ke China usai G20

CNN Indonesia | Selasa, 11/06/2019 13:20 WIB
Perang Dagang, AS Siap Kenakan Tarif Baru ke China usai G20 Presiden AS Donald Trump dan Presiden Xi Jinping. (REUTERS/Jonathan Ernst)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku siap untuk memberlakukan tarif baru pada produk impor dari China jika tak dapat membuat kemajuan dalam pembicaraan perdagangan dengan Presiden China Xi Jinping pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Osaka, Jepang. Perang dagang AS dan China mulai memanas sejak Trump memutuskan untuk mengenakan kembali tarif pada produk China di tengah negosiasi antara kedua negara di Washington. 

Sejak dua hari untuk menyelesaikan sengketa perdagangan AS-China bulan lalu di Washington yang berakhir buntu, Trump berulang kali mengatakan berharap bertemu dengan Xi pada KTT G20. Namun, China belum mengkonfirmasi rencana pertemuan tersebut.

Trump pada peka lalu mengatakan bahwa ia akan memutuskan apakah bakal menerapkan ancaman tarif baru pada sedikitnya US$300 miliar barang-barang China.



Dalam komentar kepada wartawan pada Senin (11/6), Trump mengaku masih berpikir pertemuan dengan Xi akan terlaksana.

"Kami dijadwalkan untuk berbicara dan bertemu. Saya Saya pikir hal-hal menarik akan terjadi. Mari kita lihat apa yang terjadi," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih.

Amerika Serikat telah mengenakan tarif sebesar 25 persen untuk barang-barang senilai US$250 miliar.

Kementerian luar negeri China mengatakan pada Senin bahwa China terbuka untuk lebih banyak pembicaraan perdagangan dengan Washington, tetapi tidak ada yang mengumumkan tentang kemungkinan pertemuan.

Ketegangan antara Washington dan Beijing meningkat tajam pada Mei setelah pemerintahan Trump menuduh China telah mengingkari janji untuk membuat perubahan ekonomi struktural selama berbulan-bulan pembicaraan perdagangan.

AS menginginkan perubahan besar dalam hubungan ekonomi dengan China, termasuk diakhirinya transfer teknologi paksa dan pencurian rahasia dagang AS. Mereka juga ingin China membatasi subsidi untuk perusahaannya dan akses yang lebih baik untuk perusahaan AS di pasar Cina.

Pada 10 Mei, Trump menaikkan tarif pada produk China senilai US$ 200 miliar menjadi 25 persen dan mengancam untuk mengenakan tarif tambahan kepada produk China senilai US$300 miliar. China membalas dengan kenaikan tarif pada barang AS senilai US$60 miliar dan membuat daftar hitam perusahaan asal negara AS tersebut.

Pemerintah AS juga membuat marah China dengan memasukkan Huawei Technologies Co Ltd ke dalam daftar hitam yang secara efektif melarang perusahaan-perusahaan AS untuk melakukan bisnis dengan perusahaan China, pembuat peralatan telekomunikasi terbesar di dunia itu.
[Gambas:Video CNN]
Investor khawatir China akan membalas dengan menempatkan perusahaan-perusahaan AS dalam daftar hitam atau melarang ekspor logam-logam ke AS, yang digunakan dalam produk-produk seperti chip memori, baterai isi ulang, dan ponsel.

Fitch Ratings mengatakan pada hari Senin setiap langkah seperti itu akan mengganggu sektor teknologi AS dan dapat melukai beberapa sektor China juga, meskipun ia menambahkan bahwa masih terlalu dini untuk menilai potensi implikasi kredit.

Dalam sebuah wawancara dengan CNBC, Trump mengatakan perselisihan Huawei dapat diatasi sebagai bagian dari kesepakatan perdagangan dengan China. (Reuters/agi)