Penguatan Rupiah Tekan Penerimaan Minerba

CNN Indonesia | Rabu, 12/06/2019 16:42 WIB
Penguatan Rupiah Tekan Penerimaan Minerba Ilustrasi batu bara. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor mineral dan batu bara (Minerba) sampai dengan pertengahan tahun ini masih di bawah target. Data Kementerian ESDM, per 11 Juni kemarin, setoran PNBP baru mencapai Rp19,16 triliun.

Setoran tersebut, baru mencapai 44,28 persen dari target sepanjang 2019 yang Rp43,27 triliun.

Direktur Penerimaan Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Johnson Pakpahan mengatakan setoran PNBP tahun ini mendapatkan beban berat dari penurunan harga batu bara dan penguatan nilai tukar rupiah.


Saat ini harga batu bara terus turun. Pada semester I 2018, Harga Batu Bara Acuan masih US$100 per ton. Tapi, saat ini harga acuan hanya US$81 per ton. Sementara itu, rupiah berada di kisaran Rp14.200 dan bergerak menguat menuju Rp13 ribu. 


"Kami buat target di angka US$80 per ton tetapi kursnya Rp15 ribu sama dengan APBN tapi sekarang kurs menguat ke Rp14 koma sekian sudah mau ke Rp13 ribu. Ini memberikan dampak," katanya di Jakarta, Rabu (12/6).

Johnson mengatakan karena pengaruh penguatan rupiah dan pelemahan harga batu bara tersebut, realisasi setoran PNBP masih seret sampai semester I ini. "Kalau kondisinya sama dengan 2018, kami sudah bisa 75 persen," katanya.

Meski masih tertekan, ia mengatakan pemerintah belum akan merevisi target setoran PNBP 2019. Pemerintah masih yakin target sebesar Rp43 triliun yang ditetapkan untuk tahun ini masih bisa tercapai.

Keyakinan didasarkan pada perbaikan pola penagihan setoran yang sudah dilakukan pemerintah melalui sistem e-PNBP. Perbaikan tersebut diyakini akan membuat pembayaran setoran membaik. 

"Lagi pula sekarang kan Juni belum habis. Juni baru tutup buku pada 30. Kalau misalnya ini dibagi dua ini kan jadi sekitar Rp21,6 triliun, sekarang Rp19,6 triliun. Jadi kita tinggal kejar Rp2 triliun lagi," katanya.

[Gambas:Video CNN] (sfr/agt)