Setoran tersebut, baru mencapai 44,28 persen dari target sepanjang 2019 yang Rp43,27 triliun.
Direktur Penerimaan Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Johnson Pakpahan mengatakan setoran PNBP tahun ini mendapatkan beban berat dari penurunan harga batu bara dan penguatan nilai tukar rupiah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami buat target di angka US$80 per ton tetapi kursnya Rp15 ribu sama dengan APBN tapi sekarang kurs menguat ke Rp14 koma sekian sudah mau ke Rp13 ribu. Ini memberikan dampak," katanya di Jakarta, Rabu (12/6).
Meski masih tertekan, ia mengatakan pemerintah belum akan merevisi target setoran PNBP 2019. Pemerintah masih yakin target sebesar Rp43 triliun yang ditetapkan untuk tahun ini masih bisa tercapai.
Keyakinan didasarkan pada perbaikan pola penagihan setoran yang sudah dilakukan pemerintah melalui sistem e-PNBP. Perbaikan tersebut diyakini akan membuat pembayaran setoran membaik.
"Lagi pula sekarang kan Juni belum habis. Juni baru tutup buku pada 30. Kalau misalnya ini dibagi dua ini kan jadi sekitar Rp21,6 triliun, sekarang Rp19,6 triliun. Jadi kita tinggal kejar Rp2 triliun lagi," katanya.
[Gambas:Video CNN] (sfr/agt)