Jonan Ramal Impor Minyak Melonjak Gara-gara Pembangunan Tol

CNN Indonesia | Kamis, 13/06/2019 16:06 WIB
Jonan Ramal Impor Minyak Melonjak Gara-gara Pembangunan Tol Menteri ESDM Ignasius Jonan memperkirakan impor minyak mentah akan melonjak seiring masifnya pembangunan jalan tol. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan memperkirakan impor minyak mentah akan melonjak seiring masifnya pembangunan jalan tol atau transportasi berbasis jalan raya.

"Kalau ini dibangun seperti ini terus, konsumsi BBM akan naik pelan-pelan tapi pasti," ujar Jonan saat Peluncuran Uji Jalan Program B30 di kantor Kementerian ESDM, Kamis (13/6).

Jonan mengungkapkan saat ini impor harian minyak mentah dan sebagian produk BBM berkisar 500 ribu barel per hari (bph). Dengan pembangunan jalan tol, menurut dia, impor minyak mentah dan produk bisa melonjak hingga 1 juta bph sebelum 2025.


"Jadi, naik hingga 2 kali lipat dalam waktu 5 hingga 6 tahun ke depan," terangnya.


Oleh karena itu, ia menyebut kini pemerintah tengah mendukung program mandatori campuran biodisel pada minyak solar. Dengan program tersebut, ia yakin pemerintah bisa mengurangi beban impor migas yang memperlebar defisit neraca perdagangan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), defisit perdagangan pada Januari-April 2019 tercatat mencapai US$2,6 miliar. Defisit tersebut, antara lain disumbang defisit neraca perdagangan migas yang mencapai US$2,8 miliar sementara neraca perdagangan nonmigas hanya menyumbang surplus US$0,2 miliar.


Kepala Balitbang Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengungkapkan sejak September 2018, mandatori yang berlangsung adalah campuran biodiesel 20 persen (B20). Dengan B20, pemerintah bisa mensubtitusi sekitar 6 juta kl Solar dengan FAME yang merupakan bahan bakar nabati.

Tahun depan, mandatori yang akan dilakukan adalah B30 dan diperkirakan bisa mensubtitusi Solar sekitar 8 juta hingga 9 juta kiloliter (kl). Dengan asumsi harga indeks produksi (HIP) Solar berkisar Rp8.900 per liter maka penghematan untuk tahun depan bisa mencapai Rp70 triliun hingga Rp80 triliun.

[Gambas:Video CNN]
(sfr/agi)