Ikut Arus Asia, Rupiah Melemah Rp14.336 per Dolar AS

CNN Indonesia | Senin, 17/06/2019 16:55 WIB
Ikut Arus Asia, Rupiah Melemah Rp14.336 per Dolar AS Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.336 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot Senin (17/6) sore. Posisi ini melemah 0,08 persen dibandingkan penutupan Jumat (14/6) yakni Rp14.325 per dolar AS.

Sementara itu, berdasarkan kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), nilai tukar rupiah ada di posisi Rp14.346 per dolar AS atau melemah dibanding Jumat lalu yakni Rp14.304 per dolar AS. Pada hari ini, rupiah bergerak di kisaran Rp14.336 hingga Rp14.353 per dolar AS.

Sore hari ini, sebagian besar mata uang utama Asia melemah terhadap dolar AS. Peso Filipina melemah 0,3 persen, ringgit Malaysia melemah 0,26 persen, baht Thailand melemah 0,17 persen, dan won Korea Selatan melemah 0,11 persen.



Kemudian, dolar Hong Kong pun ikut melemah 0,03 persen terhadap dolar AS, diikuti yen Jepang sebesar 0,02 persen, dan rupee India sebesar 0,01 persen. Di sisi lain, yuan China terlihat tidak berubah melawan dolar AS.

Adapun, hanya dolar Singapura saja di Asia yang mengalami penguatan terhadap dolar AS dengan nilai 0,06 persen. Kemudian, mata uang negara maju terbilang bervariasi, di mana dolar Australia dan dan euro masing-masing menguat 0,03 persen dan 0,06 persen. Sementara poundsterling Inggris tercatat melemah 0,05 persen terhadap dolar AS.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan kini pelaku pasar ketar-ketir akan munculnya lawan baru perang dagang yang dibunyikan AS. Ini setelah AS sudah menghapus fasilitas Generalized System of Preference (GSP) bagi India sejak 5 Juni 2019 lalu, sehingga ekspor India senilai US$5,6 miliar tidak lagi bebas bea masuk.


Ini semakin membuat investor pesimis terkait pertumbuhan ekonomi global ke depan. "Apalagi perang dagang AS dan China belum jelas juntrungannya," jelas Ibrahim, Senin (17/6).

Namun Trump memutuskan untuk meniadakan fasilitas itu, karena dinilai mengancam industri dan kepentingan dalam negeri. India tidak terima, dan membalas dengan menerapkan bea masuk untuk 28 produk AS seperti kacang almon, walnut, dan apel yang berlaku mulai minggu waktu setempat.

Sementara itu, dari sisi domestik, pelaku pasar nampaknya tengah menunggu (wait and see) hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada pekan ini. "Meski memang kemungkinan besar BI akan kembali mempertahankan suku bunga acuannya," tutur dia.
[Gambas:Video CNN]

(glh/agi)