Pemprov DKI Dapat Jatah Rp100,47 Miliar dari Bisnis Bir

CNN Indonesia | Rabu, 19/06/2019 16:52 WIB
Pemprov DKI Dapat Jatah Rp100,47 Miliar dari Bisnis Bir Aksi unjuk rasa mendorong Pemprov DKI melepas saham bir. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendapat jatah sebesar Rp100,47 miliar dari keuntungan (dividen) yang dibagikan oleh PT Delta Djakarta Tbk. Dividen tersebut dibagikan atas perolehan laba perseroan sepanjang tahun lalu.

Direktur Delta Djakarta Alan De Vera Fernandez menuturkan perusahaan menggunakan seluruh laba bersihnya tahun lalu untuk pembayaran dividen. Tak cuma itu, bahkan perseroan menggunakan kas laba ditahan untuk menambah dividen kepada pemegang saham.

"Jadi, tahun ini kami berikan dividen 110 persen. Diberikan dari laba bersih dan sisanya dari laba ditahan yang belum diaplikasikan. Kami ambil dari laba yang ditahan, total Rp382,7 miliar," ujarnya, Rabu (19/6).

Delta Djakarta tercatat membukukan laba bersih sebesar Rp338,07 miliar pada 2018. Ini artinya, perusahaan menggunakan laba ditahannya untuk pembayaran dividen sebesar Rp44,63 miliar.

Pemprov DKI Dapat Jatah Rp100 Miliar dari Bisnis BirInfografis. (CNN Indonesia/Fajrian).

Dalam hal ini, Delta Djakarta menetapkan dividen tunai sebesar Rp478 per saham. Sementara, Pemprov DKI Jakarta menggenggam 210.200.700 saham atau setara 26,25 persen saham di perusahaan dengan kode emiten DLTA tersebut.

"Kami akan membagikan dividen tunai ini pada 19 Juli 2019. Ini bagi yang masih tercatat dalam daftar pemegang saham pada 1 Juli 2019 pukul 16.00 WIB," papar dia.

Sementara itu, manajemen Delta Djakarta mengaku masih belum mendapatkan informasi resmi dari Pemprov DKI Jakarta mengenai rencana pelepasan saham di perusahaan.


Seperti diketahui, Anies Baswedan-Sandiaga Uni telah berjanji untuk menjual saham DKI di Delta Djakarta sejak mereka masih kampanye untuk menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022.

Namun, hingga Sandiaga mengundurkan diri demi pencalonan sebagai calon wakil presiden periode 2019-2024, hal itu belum juga direalisasikan. Sampai saat ini, Pemprov DKI tercatat masih mengantongi saham DLTA sebesar 26,25 persen.

"Sampai sekarang masih belum ada informasi dan pemberitahuan resmi mengenai rencana mereka untuk melakukan pelepasan saham jadi kami belum update (perbarui)," terang Direktur Independen Ronny Titiheruw.
[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, Kepala (Plt) Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD) Riyadi mengatakan Pemprov DKI masih membahas dan mengkaji wacana penjualan saham di Delta Djakarta.

Namun, ia menolak membeberkan sejauh apa kajian tersebut dilakukan. "Karena proses masih berlanjut, kalau prosesnya sudah berjalan nanti baru bisa ngomong target. Tapi ancang-ancangnya tahun ini," kata dia.


(aud/bir)