Unilever Bikin Jabatan Baru Direksi Transformasi era Digital

CNN Indonesia | Rabu, 22/05/2019 10:42 WIB
Unilever Bikin Jabatan Baru Direksi Transformasi era Digital Ilustrasi Unilever Indonesia. (AFP PHOTO / JOHN THYS).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemegang saham PT Unilever Indonesia Tbk sepakat untuk merombak jajaran direksi, termasuk membentuk jabatan baru untuk mengantisipasi perkembangan di era digital. Hal itu diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2019.

Pemegang saham memutuskan untuk mengangkat Sri Widowati dan Veronika Utami untuk duduk sebagai direktur perusahaan. Selain itu, pemegang saham juga mengangkat Deborah Herawati Sadrach sebagai Komisaris Independen.

"Direktur sebelumnya Vikas Gupta mengundurkan diri dan digantikan oleh Veronika Utami," ucap Direktur dan Sekretaris Perusahaan Unilever Indonesia Sancoyo Antarikso kepada CNNIndonesia.com, Selasa (21/5).


Sementara itu, Sri Widowati menduduki jabatan yang baru saja dibuat oleh perusahaan, yakni bagian transformasi dan pertumbuhan digital.


Direktur Utama Unilever Indonesia Hemant Bakshi mengatakan RUPST juga menyetujui pembagian dividen sebesar Rp9 triliun. Ini artinya perusahaan menggunakan hampir semua laba bersihnya tahun lalu untuk membayar dividen.

Dividen ini diberikan dengan dua tahap, yakni dividen interim yang sudah dibagikan pada 5 Desember 2018 sebesar Rp410 per saham. Sementara, laba final akan diberikan setelah RUPST sebesar Rp775 per saham.

"Sehingga dividen seluruhnya yang akan diterima oleh pemegang saham perseroan yang berhak untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 adalah sejumlah Rp1.185per saham," ungkap Bakshi dalam keterangan resmi.


Dalam waktu mendatang, Bakshi mengatakan perusahaan akan terus melakukan transformasi di setiap lini bisnisnya agar tetap sesuai dengan kebutuhan konsumen. Dengan begitu, kinerja keuangan tetap positif ke depannya.

"Sepanjang tahun 2018, Perseroan telah meluncurkan 70 inovasi baru, baik itu brand baru, maupun produk dalam format yang baru untuk memperkaya portofolio Perseroan," jelasnya.

Informasi saja, pertumbuhan kinerja perusahaan tak terlalu tinggi sepanjang tahun lalu. Penjualan pada 2018 hanya naik tipis dari Rp41,2 triliun menjadi Rp41,8 triliun, lalu laba bersihnya naik dari Rp7 triliun menjadi Rp9,1 triliun.

[Gambas:Video CNN] (aud/lav)


BACA JUGA