Empat BUMN Masuk Daftar Perusahaan Publik Terbesar Forbes

CNN Indonesia | Kamis, 13/06/2019 13:15 WIB
Empat BUMN Masuk Daftar Perusahaan Publik Terbesar Forbes Ilustrasi Majalah Forbes. (CNN Indonesia/Agust Supriadi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyebut sebanyak empat perusahaan plat merah berhasil masuk dalam daftar 2.000 perusahaan publik terbesar versi Majalah Forbes. Keempat BUMN tersebut, yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Bank Mandiri Tbk, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI).

"Saya sangat bangga dengan masuknya empat perusahaan BUMN ke dalam daftar perusahaan publik terbesar di dunia versi majalah Forbes. Peringkat Forbes ini menunjukkan bahwa BUMN Indonesia memiliki daya saing yang kuat dengan perusahaan top global lainnya" ujar Menteri BUMN Rini Soemarno dalam keterangan resmi, Kamis (13/6).

Forbes merilis daftar 2.000 perusahaan publik global terbesar di dunia pada 2019. Perusahaan-perusahaan yang dipilih Forbes ini tersebar di 61 negara. Penetapan kriteria perusahaan publik global terbesar, mengacu pada ukuran kapitalisasi pasar, penjualan atau pendapatan, laba, dan aset di 2018.



Dalam daftar tersebut, BRI menempati posisi 363. Bank terbesar di Indonesia ini tercatat memiliki kapitalisasi pasar (market cap) sebesar US$38,8 miliar. Sementara nilai pendapatan mencapai US$9,4 miliar, laba sebesar US$23 miliar, dan aset US$90,2 miliar.

Kemudian Bank Mandiri berada di posisi 481. Bank Mandiri dalam daftar tersebut mencatatkan pendapatan US$ 8 miliar, dengan perolehan laba US$ 1,8 miliar dan aset mencapai US$ 83,6 miliar. Sedangkan nilai kapitalisasi pasarnya sebesar US$ 25,9 miliar.

Lalu Telkom menempati posisi 747. Telkom merupakan perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia. Pendapatan perusahaan mencapai US$ 9,4 miliar dengan perolehan laba US$ 1,3 miliar dan aset US$ 13,8 miliar. Nilai kapitalisasi pasar perusahaan dilaporkan mencapai US$ 27,2 miliar.


Selanjutnya, BNI yang berada pada posisi 835. BNI menjadi bank BUMN ketiga yang masuk dalam daftar perusahaan publik terbesar di dunia. Pendapatan bank ini tercatat US$ 4,9 miliar, dengan raihan laba US$ 1,1 miliar, aset US$ 56,2 miliar, dan nilai kapitalisasi pasar USD 13,1 miliar.

Rini mengklaim pencapaian tersebut tak lepas dari kinerja BUMN yang semakin kuat dan kokoh. Ia juga menyebut keuntungan BUMN terus meningkat setiap tahunnya.

"Saat pertama saya ditunjuk sebagai Menteri BUMN, keuntungan BUMN Rp 143 triliun dan pada 2018 untungnya di atas Rp 200 triliun," ungkap Rini. (agi)