Ia berharap, pertemuan kedua kepala negara dengan ekonomi terbesar di dunia tersebut mampu menurunkan tensi perang dagang masing-masing. "Karena, bagaimana pun, apa pun yang terjadi, kami harus antisipasi. Kami berharap tensinya turun," ujarnya usai rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (19/6).
Makanya, lanjut Bambang, pemerintah tetap menyusun strategi dalam mengantisipasi dampak negatif dari ketegangan kedua negara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Video CNN]
"Jangka menengah panjangnya, ya kami menarik relokasi dari PMA (penanaman modal asing) di China itu ke Indonesia, terutama yang tujuannya ekspor ke AS," jelasnya.
Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani memprediksi perang dagang antara AS dengan China akan menjadi pembahasan utama dalam pertemuan KTT G20. Ia menyebut pemerintah juga akan menyampaikan sejumlah hal mengenai masalah perang dagang tersebut.
Selain masalah kerja sama perpajakan internasional, kata Sri Mulyani, Jepang juga akan mengangkat isu terkait sistem kesehatan menyeluruh, yang merupakan salah satu isu penting di Jepang dan ingin dibahas di tingkat pemimpin negara.
"Juga ada masalah pembiayaan infrastruktur, serta masalah teknologi, terutama digital dan artificial intelligence. Ini penting oleh Jepang, namun juga untuk Indonesia atau di G20 akan diangkat," tandasnya. (fra/bir)