Pemerintah Harap Titik Terang dari Pertemuan Trump-Xi Jinping

CNN Indonesia | Kamis, 20/06/2019 02:22 WIB
Pemerintah Harap Titik Terang dari Pertemuan Trump-Xi Jinping Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump saat pertemuan dua tahun lalu. (REUTERS/Damir Sagolj).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro menyambut baik rencana pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping di G20 yang akan digelar pekan depan di Osaka, Jepang.

Ia berharap, pertemuan kedua kepala negara dengan ekonomi terbesar di dunia tersebut mampu menurunkan tensi perang dagang masing-masing. "Karena, bagaimana pun, apa pun yang terjadi, kami harus antisipasi. Kami berharap tensinya turun," ujarnya usai rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (19/6).

Makanya, lanjut Bambang, pemerintah tetap menyusun strategi dalam mengantisipasi dampak negatif dari ketegangan kedua negara.

Adapun, antisipasi jangka pendek yang bisa dilakukan RI adalah berupaya menggantikan barang-barang ekspor China ke pasar AS yang terkena tarif tinggi.
[Gambas:Video CNN]
"Jangka menengah panjangnya, ya kami menarik relokasi dari PMA (penanaman modal asing) di China itu ke Indonesia, terutama yang tujuannya ekspor ke AS," jelasnya.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani memprediksi perang dagang antara AS dengan China akan menjadi pembahasan utama dalam pertemuan KTT G20. Ia menyebut pemerintah juga akan menyampaikan sejumlah hal mengenai masalah perang dagang tersebut.

"G20 tentu dari sisi risiko global, trade war, akan menjadi bahan pembahasan utama di sana. Namun, Jepang sebagai host country mereka juga memiliki agenda penting seperti international tax cooperation, kerja sama perpajakan Internasional. Itu nanti akan juga dibahas, terutama berhubungan dengan digital economy," imbuh dia.


Selain masalah kerja sama perpajakan internasional, kata Sri Mulyani, Jepang juga akan mengangkat isu terkait sistem kesehatan menyeluruh, yang merupakan salah satu isu penting di Jepang dan ingin dibahas di tingkat pemimpin negara.

"Juga ada masalah pembiayaan infrastruktur, serta masalah teknologi, terutama digital dan artificial intelligence. Ini penting oleh Jepang, namun juga untuk Indonesia atau di G20 akan diangkat," tandasnya.


(fra/bir)