AirAsia Tambah Lima Rute Baru, Ada Labuan Bajo dan Lombok

CNN Indonesia | Selasa, 25/06/2019 06:04 WIB
AirAsia Tambah Lima Rute Baru, Ada Labuan Bajo dan Lombok Ilustrasi. (REUTERS/Chaiwat Subprasom).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Indonesia AirAsia atau AirAsia menambah lima rute domestik baru. Yakni, Jakarta-Lombok, Bali-Lombok, Yogyakarta-Lombok, Bali-Labuan Bajo, dan Surabaya-Kertajati. Kelima rute penerbangan baru tersebut mulai beroperasi pada 1 Agustus 2019 mendatang.

Untuk rute Jakarta-Lombok, AirAsia menawarkan 11 kali penerbangan dalam seminggu. Untuk Bali-Lombok tercatat 7 kali penerbangan dalam seminggu, dan Yogyakarta-Lombok sebanyak 3 penerbangan. Sementara, untuk Bali-Labuan Bajo sebanyak 7 kali penerbangan, dan Surabaya-Kertajati sebanyak 3 kali penerbangan.

Direktur Utama AirAsia Dendy Kurniawan menyebutkan sebetulnya ada 7 rute domestik baru tahun ini. Namun, dua rute baru masih dalam proses pengurusan izin. Jika diamini otoritas, nantinya total rute domestik AirAsia menjadi 17 rute dari sebelumnya 10 rute.

Tambahan rute domestik ini lebih banyak bila dibandingkan dengan tambahan rute internasional, yakni sebanyak 2 rute dari sebelumnya 24 rute menjadi 26 rute. Sedangkan total penerbangan tahun ini menjadi 43 rute penerbangan dari sebelumnya 34 rute.


"Kami masih menunggu ada beberapa rute domestik yang sedang proses," ujar Dendy, Senin (24/6).

Dalam tahap awal peluncurannya, perseroan menawarkan promo harga spesial antara lain rute Jakarta-Lombok mulai Rp635.000, rute Bali-Lombok mulai Rp243.000, dan Surabaya-Kertajati mulai dari Rp626.000.

Pemesanan dapat dilakukan melalui laman resmi airasia.com atau aplikasi mobile mulai hari ini hingga 30 Juni 2019. Pemesanan dapat dilakukan untuk penerbangan 1 Agustus sampai 26 Oktober 2019.

Perseroan akan menambahkan satu hub penerbangan di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dengan demikian, hub penerbangan perusahaan menjadi lima lokasi dari sebelumnya empat lokasi, yakni Jakarta, Medan, Surabaya, dan Denpasar.


Pemilihan Lombok sebagai hub penerbangan baru, menurut Dendy mempertimbangkan potensi pengembangan sektor pariwisata. Terlebih, pemerintah telah memilih Lombok sebagai destinasi pariwisata utama, selain Bali.

"Kami juga ingin membantu proses recovery (pemulihan) Lombok usai bencana," imbuh dia.

Selain itu, pengembangan hub penerbangan di Lombok ini menjadi jalan pembuka bagi perusahaan untuk menyasar penerbangan Indonesia Timur yang belum dijangkau oleh maskapai asal Malaysia itu. Selain Lombok,perseroan akan menyasar rute Labuan Bajo dan Sorong untuk meningkatkan potensi penerbangan di wilayah itu.

Untuk mendukung tambahan rute ini, perusahaan juga akan menambah armada pesawat sebanyak lima unit tahun ini. Dengan demikian, total armada pesawat yang dimiliki Air Asia menjadi 29 unit dari sebelumnya 24 unit pada 2018 lalu.
[Gambas:Video CNN]
"Dari lima pesawat tersebut, satu sudah masuk. Saat ini, kami sedang menunggu proses administrasi terkait pemasukan empat pesawat lainnya. Kami operasikan untuk mengembangkan Lombok. Kebetulan Lombok ini sudah terbang untuk rute Lombok-Kuala Lumpur dan Lombok-Perth," jelasnya.

Penambahan rute ini sekaligus menjawab permintaan dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan yang menyatakan lebih baik memberikan akses lebih besar pada AirAsia dalam melayani rute penerbangan domestik ketimbang mengundang maskapai asing. Dendy sendiri mengapresiasi pernyataan Menko Luhut tersebut.

Terkait maskapai asing sendiri, ia tidak mempermasalahkan rencana pemerintah mendatangkan maskapai asing. Asal, hal tersebut sesuai dengan aturan Undang-undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan yang mensyaratkan bahwa kepemilikan minimal 51 persen saham maskapai wajib dimiliki secara nasional dalam bentuk Perseroan terbatas (PT) maupun perorangan

"Kami juga sama, AirAsia Indonesia 51 persen saham itu dimiliki oleh badan usaha nasional. Memang, kami memakai brand Asia, tetapi secara PT kami adalah maskapai penerbangan nasional berjadwal," tandas Dendy.


(ulf/bir)