RI-Argentina Ingin Gandakan Nilai Perdagangan pada 2021

CNN Indonesia | Rabu, 26/06/2019 18:52 WIB
RI-Argentina Ingin Gandakan Nilai Perdagangan pada 2021 Presiden Jokowi dan Presiden Argentina Mauricio Macri. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Indonesia dan Argentina ingin melipat gandakan nilai perdagangan kedua negara pada 2021 mendatang. Salah satu cara untuk mencapai tujuan itu, kedua negara membentuk Working Group on Trade and Investment (WGTI) atawa tim kerja yang membahas isu-isu perdagangan dan investasi yang potensial.

"Kendalanya budaya bisnis kita berbeda dengan Argentina. Makanya, perlu ada working group ini, sehingga perdagangan dan investasi diharapkan akan lebih intens," ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Karyanto Suprih, Rabu (26/6).

Duta Besar RI untuk Argentina merangkap Paraguay, dan Uruguay Niniek Kun Naryatie mengatakan nilai transaksi perdagangan antara RI dengan Argentina pada tahun lalu mencapai US$1,6 miliar.

Nilai perdagangan ini merupakan terbesar transaksi ketiga terbesar di antara negara-negara Amerika Latin, setelah Brasil dan Meksiko. Namun, sayangnya, RI yang defisit terhadap Argentina. "Argentina surplus," katanya.


Pada tahun lalu, defisit dagang RI terhadap Argentina sebesar US$1,2 miliar. Karenanya, RI akan mendorong ekspor ke Argentina. Melalui working group, Karyanto melanjutkan produk-produk RI yang berpotensi diekspor ke Argentina akan diidentifikasi.

"Kira-kira Argentina butuh apa, lalu kita punya apa, dan sebaliknya. Itu bisa ditukarkan langsung melalui skema business to business (b to b)," terang dia.

Adapun, beberapa produk Indonesia yang dinilai potensial untuk dikirim ke Argentina meliputi suku cadang (spare part), produk otomotif, alas kaki, produk-produk karet, produk kimia, dan lainnya.

Sementara Indonesia banyak mengimpor produk pakan ternak dari bungkil kedelai dari Argentina.


Dalam jangka panjang, pemerintah berharap Indonesia dan Argentina bisa menjalin kerja sama perdagangan bebas atau Free Trade Agreement (FTA). Namun, FTA ini harus melalui Mercosur atau organisasi negara-negara Amerika Latin, di mana Argentina masuk di dalamnya.

"Kami tidak boleh membuat FTA secara individu, jadi harus dengan Mercosur. Itu (FTA) yang kami harapkan dan kami harus bekerja ke arah itu semua," jelasnya.

Sementara itu, Duta Besar Argentina untuk Indonesia Ricardo L Bocalandro menyambut baik kerja sama ini. Working group merupakan upaya dua negara untuk mengeksplorasi potensi baru dalam perdagangan bilateral.

Tim kerja ini bertujuan untuk membahas bersama semua elemen yang potensial dalam hubungan perdagangan sekaligus untuk mengatasi permasalahan, pertanyaan, dan bertukar pengetahuan serta apa pun yang diperlukan untuk mendorong perdagangan bilateral.
[Gambas:Video CNN]


(ulf/bir)