Ritel Rontok, Menko Darmin Tak Cemas Pengangguran Naik

CNN Indonesia | Rabu, 26/06/2019 20:26 WIB
Ritel Rontok, Menko Darmin Tak Cemas Pengangguran Naik Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. (Dok. Biro Humas Menko Perekonomian).
Jakarta, CNN Indonesia -- Industri ritel yang berguguran satu per satu tak membuat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution khawatir dengan ancaman peningkatan jumlah pengangguran. Toh, ia bilang penutupan toko hanya terjadi pagi segelintir perusahaan.

Artinya, jumlah pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) masih relatif terkendali. "Kan tidak akan sekaligus (semua ritel) rontok juga. Paling-paling merek tertentu yang kesulitan," ujarnya di Kemenko Perekonomian, Rabu (26/6).

Ritel yang menutup lapak mereka secara permanen, sambung Darmin tidak semata-mata mengartikan kemunduran sektor ritel. Ia menilai agak berlebihan mengkhawatirkan bayang-bayang lonjakan angka pengangguran.

Sebab, tenaga kerja yang terkena PHK bisa saja masuk ke sektor industri lain. "Tidak begitu saja hilang, mesti ada yang naik di tempat lain. Bisa tetap ritel juga, tetapi bisa yang lain juga," katanya.


Darmin juga menegaskan ritel yang tutup tidak bisa diartikan sebagai penurunan daya beli masyarakat. Justru, ia melihat persaingan usaha yang meningkat di sektor tersebut.

Persaingan itu bisa saja berasal dari sesama pelaku ritel toko fisik (offline) maupun pelaku di perdagangan dalam jaringan (online).

Khusus di persaingan antar pelaku offline, ia melihat ada dominasi yang tengah meningkat dari bisnis minimarket dan convenience store. Sementara, bisnis supermarket perlahan-lahan melemah ditinggal pembelinya.

Meski begitu, ia melihat kondisi persaingan ini masih cukup sehat. Sebab, toko ritel yang tutup lapak hanya karena mereka tidak mampu bersaing.


Sebelumnya, PT Hero Supermarket Tbk mengumumkan akan menutup sekitar enam supermarket Giant, yaitu Giant Express Cinere Mall, Giant Express Mampang, Giant Express Pondok Timur, Giant Extra Jatimakmur, Giant Mitra 10 Cibubur, dan Giant Extra Wisma Asri.

Penutupan dilakukan demi transformasi bisnis perusahaan. Meski di sisi lain, perusahaan memang menelan kerugian dalam dua tahun terakhir.

Pada awal tahun, Hero juga sudah menutup 26 gerai ritelnya seiring dengan lesunya bisnis makanan yang dijual perseroan. Dampaknya, ketika itu, 532 orang karyawan dirumahkan.

[Gambas:Video CNN]


(uli/bir)