Stok Beras Melimpah, Darmin Minta Bulog Gelar Operasi Pasar

CNN Indonesia | Selasa, 25/06/2019 15:53 WIB
Stok Beras Melimpah, Darmin Minta Bulog Gelar Operasi Pasar Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution meminta Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) untuk segera melakukan operasi pasar dalam enam bulan ke depan. Ini mengingat stok beras Bulog disebutnya masih cukup melimpah.

Darmin mengatakan hingga saat ini stok beras Bulog tercatat 2,2 juta ton. Hanya saja, sebagian besar beras tersebut adalah sisa beras impor, di mana pada tahun lalu mengimpor 2,25 juta ton beras. Ia menyayangkan jika beras impor ini ditahan lama-lama di gudang Bulog.

Apalagi, penyerapan beras Bulog sudah mencapai angka cukup. Berdasarkan data Bulog per 25 Juni 2019, pengadaan beras Bulog mencapai 712.526 ton.



"Kalau ditahan, lama-lama rusak ini berasnya. Oleh karena itu kami meminta mereka untuk memperbanyak operasi pasar. Itu (beras impor) hanya bisa disimpan maksimal enam bulan lagi," jelas Darmin, Selasa (25/6).

Selain operasi pasar, ia juga berharap Bulog menyalurkan beras sisa impor ini di dalam kebijakan bantuan sosial beras untuk rakyat sejahtera (bansos rastra). Adapun, bansos rastra ditujukan bagi 5,3 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tidak menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di tahun ini.

"Kalau Bulog menyimpan terus berasnya, nanti tidak sampai setahun rusak berasnya," jelasnya.


Sementara itu, Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Bulog Tri Wahyudi Saleh mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan program Kegiatan Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) hingga akhir tahun ini. Padahal, KPSH seharusnya berakhir pada 31 Mei 2019 kemarin.

Ini, lanjut dia, merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi tentang pangan di Kemenko Perekonomian, Senin (24/6) kemarin. Bulog sendiri berencana menyalurkan 1,48 juta ton di dalam program tersebut, setelah sebelumnya merealisasikan KPSH sebesar 227 ribu ton hingga Mei.

"Jadi akan dilanjutkan kembali (KPSH) hingga akhir tahun ini," jelas Tri dikutip dari laman resmi Bulog. (glh/agi)