Namun, biaya hidup ekspatriat di Jakarta tidak lebih tinggi dari Hong Kong yang menduduki peringkat pertama. Diikuti oleh Tokyo, Singapura, Seoul, Zurich, Shanghai, Ashgabat, Beijing, New York, dan Shenzhen dalam deretan 10 kota biaya hidup tinggi bagi ekspatriat.
Global Mobility Practice Leader Mercer untuk Asia, Timur Tengah, dan Afrika Mario Ferraro mengatakan kenaikan peringkat Jakarta dipicu pertumbuhan investasi asing dan peningkatan pasar ekspatriat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun, akomodasi yang cocok untuk ekspatriat masih relatif langka dibandingkan permintaan," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (26/6).
Mercer juga mencatat delapan dari sepuluh kota termahal dunia berada di Asia, akibat tingginya harga barang konsumen dan perumahan.
Lihat juga:Strategi Miliki Hunian bagi Milenial |
Dari sisi kenaikan peringkat, Mercer menuturkan Ashgabat mengantongi lonjakan tertinggi, yakni 36 peringkat. Sebelumnya, kota di Turkmenistan itu berada di posisi 43 pada 2018. Pemicunya adalah kelangkaan mata uang dan kenaikan harga produk-produk impor.
Survei Mercer sendiri meliputi 209 kota di lima benua. Mercer mengukur lebih dari 200 komponen biaya hidup di setiap kota, termasuk perumahan, transportasi, makanan, pakaian, perlengkapan rumah tangga, dan hiburan.
[Gambas:Video CNN] (ulf/bir)