Indeks Kepercayaan Bisnis Jepang Menukik Tajam

CNN Indonesia | Senin, 01/07/2019 09:38 WIB
Indeks Kepercayaan Bisnis Jepang Menukik Tajam Ilustrasi Jepang. (AFP PHOTO/Behrouz Mehri).
Jakarta, CNN Indonesia -- Survei bank sentral Jepang, Bank of Japan (BOJ), menunjukkan kepercayaan bisnis Negeri Sakura menukik tajam pada periode April-Juni 2019. Ini artinya, pemulihan ekonomi negara ketiga terbesar di dunia itu akan terhambat.

Para ahli mensinyalir pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping pada gelaran G20 di Osaka, Jepang, akhir pekan lalu, tak menurunkan tensi perang dagang antara dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia tersebut.

Mengutip AFP, Senin (1/7), Naoya Oshikubo, Ekonom Senior Sumitomo Mitsui Trust Asset Management mengatakan penurunan indeks kepercayaan bisnis Jepang selama dua kuartal berturut-turut dipengaruhi oleh gesekan perang dagang antara AS dengan China, termasuk perlambatan ekonomi China.

"Perusahaan otomotif terkena pukulan paling keras karena perlambatan penjualan global dan sikap hati-hati jelang pembicaraan perdagangan AS-Jepang akhir pekan lalu," ujarnya.


Ekonomi Jepang tumbuh 0,6 persen pada kuartal pertama tahun ini. Angka ini menguat dibandingkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal keempat tahun lalu yang sebesar 0,05 persen.

Analis memperingatkan bahwa perang dagang antara AS dan China dapat menjadi faktor utama bagi ekonomi Jepang yang saat ini berjuang melawan pertempuran panjang melawan deflasi.

Pada pertemuan G20, Trump dan Xi Jinping kembali melakukan negosiasi dagang. Kedua negara sepakat untuk kembali ke jalur damai setelah pembicaraan berjalan cukup baik. Kabar beredar, AS setuju untuk menahan implementasi pengenaan tarif baru terhadap mitra dagangnya itu.
[Gambas:Video CNN]


(AFP/bir)