Jepang Batasi Ekspor, Korsel Bangun Industri Bahan Baku Cip

CNN Indonesia | Rabu, 03/07/2019 14:46 WIB
Jepang Batasi Ekspor, Korsel Bangun Industri Bahan Baku Cip Ilustrasi. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma).
Jakarta, CNN Indonesia -- Korea Selatan (Korsel) tengah mengkaji investasi pengembangan peralatan dan material untuk memproduksi mikro chips seiring pembatasan ekspor yang dilakukan Jepang. Total investasi tersebut diperkirakan mencapai 1 triliun won atau sekitar Rp12 triliun setiap tahun.

Jepang sebelumnya mengumumkan kebijakan untuk memperketat ekspor material yang digunakan pada pembuatan layar telepon pintar dan chip ke Korea Selatan. Pembatasan ekspor dilakukan terkait kebijakan Korsel yang meminta perusahaan Jepang membayar ganti rugi atas kerja paksa yang dilakukan kepada warga Korsel saat perang dunia kedua.

"Kami sedang melakukan analisis kelayakan awal (investasi)," ujar Cho Jeong-Sik dari Partai Demokrat , seperti dikutip dari Reuters, Rabu (3/7).



Pembatasan ekspor dapat menghantam produksi perusahaan pembuat Chip raksasa, Samsung Electronics dan SK Hynix.

Perusahaan data IHS Markit mengatakan bahwa pembatasan perdagangan Jepang terhadap Korea Selatan akan menambah ketegangan perdagangan global. Eksportir Asia sudah tegang oleh perlambatan berkepanjangan di sektor elektronik global.

"Pengurangan atau penghapusan dalam ketersediaan bahan-bahan ini akan secara signifikan menghambat produksi memori dan chip semikonduktor lainnya, berdampak pada produsen semikonduktor utama termasuk Samsung Electronics dan SK Hynix," ujar Direktur Eksekutif Peneilitian IHS Markit Len Jelinek.


Menteri Perindustrian Jepang sebelumnya menyebut bahwa keputusan untuk memperketat kontrol tidak melanggar Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), menolak klaim Korea Selatan sebelumnya.

Saham pembuat bahan chip Korea Selatan melonjak setelah rencana pengeluaran pemerintah diumumkan.

Saham Ram Technology dan Ocean Bridge, perusahaan lokal yang memproduksi bahan kimia yang digunakan dalam proses pembuatan chip, masing-masing naik 20 persen dan 15 persen. (Reuters/agi)