PPATK: Tak Ada Transaksi Mencurigakan Destry Damayanti

CNN Indonesia | Rabu, 10/07/2019 16:51 WIB
PPATK: Tak Ada Transaksi Mencurigakan Destry Damayanti Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyatakan tidak ada catatan transaksi keuangan yang mencurigakan dari Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Destry Damayanti yang tengah menjalani uji kelayakan dan kepatutan sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).

Hal itu disampaikan Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin usai mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Rabu (10/7).

PPATK kemudian menyerahkan hasil laporan keuangan Destry kepada Komisi XI DPR selaku pihak yang menggelar fit and proper test. "Kami melihat apakah ada transaksi yang mencurigakan atau tidak. Menurut catatan kami, tidak ada yang luar biasa, normal saja," ujarnya.

Wakil Ketua Komisi XI DPR Achmad Hafisz Tohir mengatakan hasil RDP dengan PPATK menemukan bahwa Destry memiliki jumlah pemasukan keuangan yang cukup besar. Namun, sumber-sumber pemasukan tersebut jelas lantaran Destry bekerja di sektor keuangan.


"Secara garis besar, tidak ditemukan fraud atau hal yang bisa memberi opini negatif. Tidak ada rekening yang dianggap tidak bisa dipertanggungjawabkan," jelas Hafisz.

Sebelumnya, Komisi XI DPR telah menggelar beberapa rangkaian fit and proper test terhadap Destry. Rangkaian itu diawali dengan mewawancarai Destry pada Senin (1/7).

Kemudian, fit and proper test dilanjutkan dengan tahapan RDP antara Komisi XI dengan sejumlah lembaga terkait. Tujuannya, untuk mengetahui rekam jejak, pengalaman, hingga potensi yang dimiliki oleh Destry.

RDP pertama dilakukan bersama Badan Intelijen Negara (BIN) pada Senin (8/7) lalu. Kemudian, pada Selasa (9/7) kemarin, komisi keuangan menggelar RDP bersama Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) dan Perhimpunan Bank-bank Nasional (Perbanas).


Menurut Hafisz, dari keseluruhan RDP tersebut dapat disimpulkan Destry merupakan calon yang mumpuni. Apalagi, Destry sudah sekitar 20 tahun melanglang buana di industri keuangan dan menorehkan segudang prestasi.

Selain itu, Destry juga sudah pernah berkecimpung di berbagai jenis industri, mulai dari bank hingga lembaga regulator seperti LPS. "Terakhir kali bahkan ia berada di LPS yang merupakan lembaga yang mengawasi industri keuangan juga. Jadi hijrah ke BI saya rasa pas saja," katanya.

Gelar Rapat Internal

Usai mengadakan serangkaian RDP terkait pencalonan Destry sebagai pejabat tinggi BI, Hafisz mengatakan bahwa Komisi XI akan melakukan rapat internal untuk menentukan hasil akhir fit and proper test ini. Rencananya, rapat internal akan dilakukan pada hari ini, Rabu (10/7) pukul 14.00 WIB.

Kendati begitu, sambung dia, kemungkinan hasil rapat internal akan diumumkan pada esok hari, Kamis (11/7). Sebab, ada keterbatasan waktu yang dimiliki oleh para anggota komisi keuangan.
[Gambas:Video CNN]
"Sebenarnya, kami merasa tidak ada yang perlu kami tunda. Tapi yang jelas kami sudah selesaikan semua tahapan," imbuh dia.

Selanjutnya, bila hasil sudah diputuskan dan Destry diberi restu untuk menduduki posisi Deputi Gubernur BI, maka Komisi XI akan memberikan hasil tersebut ke Rapat Paripurna DPR. Namun, belum ada waktu pasti pelaksanaan rapat tersebut.

Meski begitu, Hafisz memastikan rapat akan diupayakan berlangsung sebelum serah terima jabatan (sertijab) Mirza Adityaswara yang saat ini masih menduduki posisi Deputi Gubernur BI. Sertijab Mirza sendiri rencananya dilakukan pada 25 Juli mendatang.


(uli/bir)