"Pemindahan ibu kota ini tidak akan mengganggu luas hutan lindung. Saya memahami banyak lahan kelapa sawit dan hutan," ucap Bambang, Rabu (10/7).
Bahkan, kata dia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan harus ada revitalisasi hutan di Bukit Soeharto, Kalimantan Timur. Kawasan itu merupakan salah satu calon ibu kota baru yang sedang dibidik pemerintah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan pemerintah akan merancang ibu kota baru dengan konsep 'green city'. Bambang mencontohkan Canberra dan Washington DC, ibu kota Australia dan Amerika Serikat (AS) yang dibangun khusus dengan mengedepankan kenyamanan untuk masyarakat.
Oleh karena itu, Bambang menyebut proses perencanaannya tak bisa terburu-buru dan harus matang. Pemerintah merancang agar seluruh hunian di ibu kota baru tersebut tak ada rumah yang menggunakan sumur untuk menjadi sumber air.
"Tempat tinggal nanti harus terkoneksi dengan jaringan dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Jadi ketersediaan air tidak bermasalah dan semua orang bisa menikmati air yang berkualitas," pungkas Bambang.
Pemerintah akan mengumumkan lokasi ibu kota baru tahun ini. Selain Bukit Soeharto, kandidat lainnya adalah Kabupaten Gunung Mas di Kalimantan Tengah.
Kemudian, tahun depan akan dilakukan persiapan untuk semua rancangan infrastruktur dasar. Bambang menargetkan proses peletakan batu pertama (groundbreaking) bisa direalisasikan pada 2021 mendatang.
[Gambas:Video CNN] (aud/lav)