Usai Rekonsiliasi, Pengusaha Minta Jokowi Fokus Kabinet Baru

CNN Indonesia | Senin, 15/07/2019 06:13 WIB
Usai Rekonsiliasi, Pengusaha Minta Jokowi Fokus Kabinet Baru Jokowi dan Prabowo Subianto saat bertemu Sabtu (13/7). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelaku usaha meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk fokus dalam pembentukan kabinet barunya. Permintaan itu mereka sampaikan usai Jokowi bertemu dengan Prabowo Subianto pada akhir pekan.

Wakil Ketua Kadin Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan pertemuan yang terjadi antara dua tokoh tersebut telah berhasil meredakan kekhawatiran pasar terhadap terjadinya kegaduhan politik dalam negeri yang berkepanjangan.

Ia meyakini kondisi politik yang makin kondusif tersebut akan membuat iklim usaha dan investasi kembali normal dan bergairah. Para investor, lanjutnya, tidak akan ragu lagi untuk segera menanamkan modalnya di Indonesia.


"Pelaku usaha dipastikan merasa lega dan memiliki optimisme perekonomian kita ke depan semakin bergairah dan bertumbuh," katanya dalam pernyataan yang dikeluarkan di Jakarta akhir pekan ini. 


"Dengan adanya pertemuan, maka Pak Jokowi sudah dapat fokus untuk menyeleksi calon-calon menteri," tambahnya. 

Terpisah, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengatakan pembentukan kabinet baru tak perlu ditunda.  Menurutnya, makin cepat Jokowi mengumumkan kabinet barunya, cepat pula rumusan kebijakan disusun.

"Pak Jokowi kalau dia mau menentukan seluruh kabinet hari ini, bisa. Jadi itu yang harus cepat dilakukan adalah pembentukan kabinet," ujarnya kepada CNNIndonesia.com.

Ia menilai rekonsiliasi merupakan bukti jika Indonesia makin dewasa dalam berdemokrasi. Pengusaha pun merasa lega atas pertemuan dua tokoh itu.

"Kami semakin optimis karena melihat bawah seluruh kekuatan politik Indonesia betul-betul bersatu dalam merumuskan kebijakan ke depan. Jadi tidak berkepanjangan kalau sudah kontestasi ya sudah," imbuhnya.

[Gambas:Video CNN]

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesai Shinta Widjaja Kamdani menyebut penetapan kabinet baru merupakan pekerjaan rumah yang harus segera dilaksanakan Jokowi usai 'berdamai' dengan Prabowo. Kecepatan menyelesaikan pekerjaan tersebut menurutnya penting dilakukan karena Indonesia saat ini dihantui ketidakpastian ekonomi global.

"Faktor ketidakpastian global menjadi momentum agar kita bisa berjalan lebih cepat dan berkompetisi dengan negara lain," katanya.

Kriteria Menteri Ekonomi di Mata Pengusaha

Pelaku usaha juga menyampaikan beberapa catatan terkait kriteria calon menteri kabinet baru.

Sarman menyampaikan menteri terpilih harus profesional dan memiliki integritas tinggi. Ia mengusulkan agar menteri ekonomi tidak diisi perwakilan partai politik (parpol), namun murni berasal dari kalangan profesional sehingga terhindar dari kepentingan politik.

"Kami harap ketika Presiden Jokowi mengumunkan kabinet baru direspons positif oleh pasar, untuk itu diperlukan figur figur menteri yang memiliki kompetensi di bidangnya," tuturnya.

Ia berharap menteri ekonomi nantinya mampu membuat kebijakan yang berpihak kepada dunia usaha, mampu mendorong pertumbuhan ekonomi berkualitas, dan menyediakan lapangan kerja.

Senada, Hariyadi menuturkan menteri ekonomi harus kompeten di bidangnya. Mereka juga dituntut memiliki sikap kepemimpinan yang teruji.

"Menteri ekonomi juga harus bisa mengambil kebijakan inovatif dan terobosan baru," imbuhnya.

Sementara itu, Shinta mengatakan menteri ekonomi dituntut memiliki kemampuan dalam koordinasi antar kementerian maupun pemangku kepentingan lain, termasuk dunia usaha. Di samping, syarat utamanya, yakni profesional dan memiliki integritas tinggi.

"Paling utama mengerti dan bisa menyelesaikan persoalan di lapangan. Karena masalah utama saat ini adalah gap (jarak) antara policy (kebijakan) dan implementasi," katanya.

(ulf/agt)