Pagu indikatif RAPBN 2020 meningkat sebesar Rp9,27 triliun atau 8,37 persen dari APBN 2019 sebesar Rp110,73 triliun. Kendati demikian, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan kenaikan anggaran terjadi bukan karena peningkatan jumlah proyek infrastruktur baru yang harus digarap kementerian, namun karena proyek limpahan dari beberapa kementerian.
Lihat juga:Jokowi Siapkan Rp400 Triliun untuk Dana Desa |
Pertama, revitalisasi bangunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang semula merupakan proyek di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). "Anggarannya sekitar Rp4 triliun sampai Rp4,5 triliun," ungkap Basuki di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketiga, pembangunan pasar dan gedung olahraga, namun ia tidak merinci berapa anggaran yang sudah dialokasikan. "Ini kami sudah ada direktorat baru untuk pasar dan (gedung) olahraga di Direktorat Cipta Karya," katanya.
Sementara tambahan infrastruktur yang murni merupakan pekerjaan kementerian, yakni pembangunan fasilitas di Pos Lintas Batas Negara (PLBN), seperti jalan dan jembatan.
Kendati pekerjaan PUPR bertambah karena peralihan proyek, namun Basuki memastikan hal tersebut tak membebani kementeriannya.
"Kami sudah ada yang siap mengurusi, insyaallah namanya tugas, harus saya kerjakan," tandasnya. (uli/bir)