Pembiayaan Astra Group Mandek pada Semester I 2019

CNN Indonesia | Selasa, 16/07/2019 10:36 WIB
Pembiayaan Astra Group Mandek pada Semester I 2019 Logo Astra. (REUTERS/Iqro Rinaldi).
Jakarta, CNN Indonesia -- Bisnis penyaluran pembiayaan perusahaan-perusahaan di bawah PT Astra International Tbk atau Astra Group masih lesu pada semester I 2019. Menurut manajemen, konsumen masih menahan gairah pembelian kendaraan bermotor.

PT Astra Sedaya Finance (Astra Credit Company/ACC), salah satunya. Menurut Direktur Pemasaran Tan Chian Hok, pembiayaan yang disalurkan perseroannya hanya sebesar Rp13,6 triliun pada semester I 2019. Pembiayaan tersebut mengalir untuk membiayai pembelian 86.300 unit kendaraan roda empat.

Angka itu disebut cuma naik 2 persen-3 persen dibandingkan tahun lalu. Namun tetap diklaim lebih baik, karena dibandingkan industri otomotif, pasarnya justru melorot 10 persen. "Secara pembiayaan ternyata naik. Jadi, walaupun pasar turun, tapi pembiayaan lebih banyak," tuturnya, Senin (15/7).

Tahun ini, perseroan menargetkan pertumbuhan pembiayaan 7 persen-10 persen. Mengutip laporan keuangan tahun lalu, perseroan tercatat menyalurkan pembiayaan sebesar Rp23,8 triliun untuk 157.985 unit.


Ia optimistis target pertumbuhan akhir tahun bisa tercapai karena masa Pemilihan Umum (Pemilu) dan tahun ajaran baru sudah selesai, sehingga konsumen diprediksi mulai mengalokasikan uang untuk belanja otomotif.

"Kami harap tahun ini akan lebih maju karena Produk Domestik Bruto (PDB) masih 5,07 persen dan kami harap semester II lebih tinggi dari semester I," tutur Tan.

Sementara itu, Direktur Marketing FIF Group Anthony Sastro mengatakan pihaknya hanya menargetkan pertumbuhan pembiayaan satu digit pada tahun ini, yakni 2,5 persen-3 persen. Target ini lebih rendah dibandingkan raihan tahun lalu sebesar 10 persen menjadi Rp38 triliun.

Ia mengatakan lesunya tingkat pertumbuhan pembiayaan lantaran kondisi perekonomian masyarakat tidak terlalu menggembirakan, sehingga konsumen cenderung menahan konsumsi.


"Ada beberapa daerah sawit panennya tidak terlalu baik, lalu masalah ekonomi dan harga batu bara slow down (turun)," imbuhnya.

Kendati demikian, ia enggan menuturkan raihan pembiayaan hingga semester I 2019. Ia hanya bilang penyaluran pembiayaan masih sesuai target perseroan. FIF merupakan salah satu anak usaha Astra Group yang fokus pada lini pembiayaan sepeda motor.

Sementara itu, PT Toyota Astra Financial mampu meraih pertumbuhan penyaluran pembiayaan sebesar 12 persen dari Rp4 triliun semester I 2018 menjadi Rp4,5 triliun pada periode yang sama tahun ini.

Tahun ini, perseroan menargetkan pertumbuhan sebesar 20 persen menjadi Rp10 triliun-Rp11 triliun. Angka itu cukup optimis lantaran tahun lalu perseroan melakukan pemulihan aset (recovery) untuk menurunkan rasio pembiayaan bermasalah (Nonperformance Financing/NPF).

"Kami banyak agenda tahun ini, kampanye dan pencoblosan. Pada saat itu orang wait and see, supaya keadaan lebih kondusif. Tapi begitu sudah jelas dan keputusan sudah ada, buat industri kami optimis itu akan rebound (balik arah) di semester II," tandasnya.
[Gambas:Video CNN]


(ulf/bir)