Destry Damayanti 'Buat' Rupiah Naik ke Rp14.008 per Dolar AS

CNN Indonesia | Jumat, 12/07/2019 16:48 WIB
Destry Damayanti 'Buat' Rupiah Naik ke Rp14.008 per Dolar AS Rupiah. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rupiah ditutup di level 14.008 per dolar AS pada perdagangan Jumat (12/7). Posisi tersebut menguat 0,42 persen dibandingkan Kamis (11/7) yang di Rp14.067.

Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia (BI) mencatat rupiah di posisi Rp14.085 per dolar AS atau menguat dibanding kemarin yakni Rp14.089 per dolar AS. Pada hari ini, rupiah berada di dalam rentang Rp14.008 hingga Rp14.090 per dolar AS.

Sore hari ini, pergerakan mata uang utama Asia bervariasi terhadap dolar AS. Terdapat mata uang yang menguat seperti Ringgit Malaysia menguat 0,08 persen, yen Jepang menguat 0,15 persen, dan peso Filipina menguat 0,35 persen. Artinya, rupiah menduduki peringkat pertama Asia hari ini.


Namun di sisi lain, terdapat mata uang yang melemah seperti dolar Singapura 0,08 persen, yuan China sebesar 0,11 persen, baht Thailand sebesar 0,31 persen, dan won Korea Selatan sebesar 0,47 persen. Sementara itu, dolar Hong Kong bergeming terhadap dolar AS sore ini.


Sementara itu, mata uang negara maju juga menguat terhadap dolar AS seperti euro sebesar 0,1 persen, poundsterling Inggris sebesar 0,15 persen, dan dolar Australia menguat sebesar 0,36 persen.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan penguatan rupiah hari ini dipengaruhi oleh sentimen global dan internal.

Dari sentimen global, pasar ternyata masih bereaksi setelah Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan bahwa bank sentral AS akan menurunkan suku bunga acuannya akhir bulan ini.

Di dalam risalah The Fed, tertulis bahwa beberapa anggota komite pasar federal terbuka (FOMC) melihat bahwa pemangkasan suku bunga acuan Fed Rate dalam waktu dekat dapat membantu meminimalisir dampak dari guncangan terhadap ekonomi di masa depan.

[Gambas:Video CNN]

"The Fed seakan tidak mengindahkan naiknya laju inflasi AS yang dirilis kemarin. Tingkat inflasi Juni yang diumumkan 1,6 persen kemarin dinilai menjadi yang tertinggi dalam 1,5 tahun terakhir," jelas Ibrahim, Jumat (12/7).

Meski demikian menurutnya, dorongan paling kuat terhadap rupiah disebabkan karena pelaku pasar optimistis dengan disetujuinya Destry Damayanti sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia oleh Komisi XI DPR RI. Ia mengatakan, terpilihnya Destry adalah angin segar karena ia pro dengan stabilitas.

"Efek terpilihnya Destry memang cukup kencang," jelas dia.
(glh/agt)