Data Inflasi AS dan Harga Minyak Tekan Rupiah Hari Ini

CNN Indonesia | Jumat, 12/07/2019 09:09 WIB
Data Inflasi AS dan Harga Minyak Tekan Rupiah Hari Ini Ilustrasi rupiah. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.082 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot Jumat (12/7) pagi. Dengan demikian, rupiah melemah 0,1 persen dibanding penutupan Kamis (11/7) yakni Rp14.067 per dolar AS.

Pagi hari ini, pergerakan mata uang utama Asia terbilang bervariasi. Terdapat mata uang yang menunjukkan penguatan terhadap dolar AS seperti ringgit Malaysia sebesar 0,08 persen, peso Filipina sebesar 0,08 persen, baht Thailand menguat 0,12 persen, dan yen Jepang sebesar 0,11 persen.

Namun, terdapat pula mata uang yang melemah seperti dolar Hong Kong sebesar 0,01 persen, dolar Singapura sebesar 0,08 persen, dan won Korea Selatan sebesar 0,3 persen.


Sementara itu, mata uang negara maju menguat terhadap dolar AS. Euro tercatat menguat 0,05 persen, poundsterling Inggris menguat 0,1 persen, dan dolar Australia menguat 0,15 persen.


Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan menguatnya harga minyak dunia menjadi batu sandungan bagi penguatan rupiah. Pada penutupan pasar Kamis (11/7) waktu AS, harga Brent sudah mencapai US$66,52 per barel dan harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) sebesar US$60,2 per barel.

"Harga minyak tinggi akan berdampak negatif terhadap impor minyak Indonesia sehingga ditakutkan akan terjadi defisit neraca perdagangan Juli, yang sebelum-sebelumnya sudah lumayan bagus neraca perdagangannya," jelas Ibrahim, Jumat (12/7).

Rupiah juga dipengaruhi oleh data inflasi terbaru AS yang dirilis Kamis (11/7) waktu setempat. Dikutip dari Reuters, inflasi inti AS pada Juni tercatat 0,3 persen yang merupakan angka tertinggi setelah Januari 2018. Inflasi inti yang membaik menunjukkan perbaikan permintaan, yang merupakan indikasi dari perbaikan ekonomi.


Walhasil, pelaku pasar juga kembali ragu bahwa bank sentral AS The Fed akan menurunkan suku bunga acuannya Fed Rate. Padahal, Gubernur The Fed Jerome Powell kemarin mengatakan bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga acuannya akhir bulan ini.

"Dalam transaksi hari ini, rupiah masih bisa menguat walaupun terjadi fluktuatif akibat naiknya harga minyak mentah. Range hari ini di level Rp14.030 hingga Rp14.110," jelas dia.

[Gambas:Video CNN] (glh/lav)