Pemerintah Himpun Rp22 T dari Lelang Tujuh Surat Utang

CNN Indonesia | Selasa, 16/07/2019 20:13 WIB
Pemerintah Himpun Rp22 T dari Lelang Tujuh Surat Utang Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Keuangan melaksanakan lelang tujuh Surat Berharga Negara (SBN) pada Selasa (16/7). Dari kegiatan tersebut, pemerintah meraup pendanaan sebesar Rp22,05 triliun.

Dikutip dari laman resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu, Selasa (16/7), pemerintah melelang lima seri SBN dalam bentuk Surat Utang Negara (SUN) dan dua seri Surat Perbendaharaan Negara (SPN).

Adapun, lima SUN itu terdiri dari seri FR077, FR078, FR0080, FR0079, dan FR0076. Sementara itu, SPN yang dilelang adalah seri SPN03191017 dan SPN12200410.


Secara rinci, raupan dana paling besar diperoleh dari lelang seri FR0078 sebesar Rp3,85 triliun yang memiliki tenor 10 tahun dan kupon 8,25 persen per tahun. Kemudian, pemerintah juga meraup himpunan banyak dari seri FR0080 dengan nilai Rp3,36 triliun.


Kemudian, nilai himpunan dana itu terbilang 41,49 persen dari total penawaran masuk sebanyak Rp53,14 triliun. Penawaran tertinggi juga ditujukan kepada seri FR0078 dengan nilai Rp5,5 triliun dan disusul oleh FR0080 dengan nilai penawaran Rp4,8 triliun.

Dengan demikian, pemerintah telah menghimpun pembiayaan sebesar Rp55,2 triliun. Sebelum lelang hari ini, pemerintah telah meraup pembiayaan Rp33,15 triliun melalui satu kali lelang SUN, satu kali lelang Surat Berharga Negara Syariah (SBSN), dan penawaran SBSN kepada sekelompok kecil investor, atau disebut private placement.

Di tahun ini, pemerintah menargetkan penerbitan SBN bruto sebesar Rp825,7 triliun sesuai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 untuk menutup defisit APBN yang ditarget 1,84 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Jumlah penerbitan ini menurun 3,59 persen dibanding posisi tahun kemarin.

Rencananya, penerbitan SUN akan mencapai 70 persen hingga 75 persen dari penerbitan SBN tahun ini, sementara sisa 25 persen hingga 30 persen akan diterbitkan dalam bentuk SBSN. Pemerintah sendiri merencanakan 24 kali lelang SBN sepanjang 2019.

[Gambas:Video CNN] (glh/agt)