Bank Bakal Lebih Longgar Beri Kredit

CNN Indonesia | Rabu, 17/07/2019 15:24 WIB
Bank Bakal Lebih Longgar Beri Kredit Ilustrasi. (REUTERS/Garry Lotulung).
Jakarta, CNN Indonesia -- Industri perbankan diperkirakan lebih longgar dalam menyalurkan kredit pada kuartal III 2019. Berdasarkan survei perbankan Bank Indonesia (BI), aspek kebijakan penyaluran kredit yang diperlonggar, antara lain terkait jangka waktu, suku bunga, dan agunan.

Kelonggaran penyaluran kredit terindikasi dari Indeks Lending Standard (ILS) per kuartal III 2019 sebesar 0,8 persen atau lebih rendah dibanding 12,4 persen pada kuartal II 2019. Namun demikian, BI mengingatkan dari sisi plafon kredit dan biaya persetujuan kredit, perbankan bakal melakukan pengetatan.

"Pelonggaran standar penyaluran kredit akan dilakukan akan dilakukan terhadap seluruh jenis kredit," tulis survei BI, dikutip dari keterangan resmi, Rabu (17/7).



Survei BI juga memperkirakan pertumbuhan kredit akan menggeliat. Hal ini tercermin dari SBT permintaan kredit baru kuartal III 2019 sebesar 92,8 persen. Peningkatan permintaan kredit ditopang oleh kondisi ekonomi yang menguat dengan stabilitas kondisi politik dan keamanan pasca-pemilu dan pilpres.

"Prioritas utama responden dalam penyaluran kredit baru kuartal III 2019 adalah kredit modal kerja (KMK). Diikuti oleh kredit investasi, dan kredit konsumsi," terang BI.

BI melanjutkan kredit konsumsi akan didorong oleh permintaan kredit kepemilikan rumah dan apartemen. Disusul oleh permintaan kredit kendaraan bermotor dan kredit multiguna.


Pada kuartal II 2019, bisnis penyaluran kredit perbankan juga diperkirakan bertumbuh. Hal ini tercermin dari saldo bersih tertimbang (SBT) permintaan kredit baru mencapai 78,3 persen atau lebih tinggi ketimbang kuartal sebelumnya, yakni 57,8 persen.

Berdasarkan jenis penggunaannya, pertumbuhan permintaan kredit baru terjadi pada kredit investasi dan konsumsi. Peningkatan kredit konsumsi terutama didorong oleh meningkatnya pertumbuhan kartu kredit.

Sementara itu, pertumbuhan kredit sepanjang tahun ini diperkirakan hanya akan mencapai 11,2 persen, lebih rendah dibanding realisasi tahun lalu sebesar 12,1 persen. Responden survei menyebut pertumbuhan kredit masih akan didorong risiko penyaluran kredit yang masih rendah dan terjaganya rasio kecukupan modal dan likuiditas bank. (bir/agi)