Vice President Relations PHE Ifki Sukarya menjelaskan insiden bermula saat dilakukan pengeboran sumur reaktivasi YYA-1 pada Jumat (12/7) lalu. Saat ini, perusahaan telah mengaktifkan Tim Penanganan Kejadian (Incident Management Team/IMT) untuk menanggulangi kejadian tersebut. Kegiatan pengeboran juga sudah dihentikan.
"Prioritas utama yang juga telah dilakukan adalah memastikan keselamatan karyawan yang berada di anjungan dan menara pengeboran (rig), masyarakat lingkungan sekitar dan memastikan isolasi serta pengamanan di sekitar lokasi kejadian," terang Ifki dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (17/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Migas Djoko Siswanto bilang tim dari Kementerian ESDM telah berada di lokasi kejadian sejak pekan lalu. Saat ini, petugas sedang melakukan pengeboran miring untuk menutup sumber keluarnya gelembung gas yang berpotensi menimbulkan kebocoran lanjutan. Sebagai catatan, anjungan tersebut belum berproduksi.
Berdasarkan laporan yang diterimanya, selain gelembung gas, saat ini sudah ada minyak yang bocor (oil spill) ke laut. Namun, ia belum mendapatkan laporan terkait jumlahnya.
Petugas sudah mengantisipasi dan langsung turun untuk mencegah meluasnya penyebaran minyak. Salah satu caranya dengan menggunakan peralatan yang digunakan untuk mengurung tumpahan minyak di air (oil boom).
Lihat juga:Subsidi BBM Diperkirakan Lampaui Pagu APBN |
"Begitu minyak keluar ditangkap, angkat dan bereskan," katanya.
Sejauh ini, tim belum melakukan investigasi lanjutan atas penyebab kejadian tersebut. Sama seperti upaya penanganan kejadian lainnya, di tahap awal, tim fokus pada keselamatan orang dan lingkungan.
"Saat ini tidak ada korban karena sudah evakuasi," tandasnya.
[Gambas:Video CNN] (sfr/bir)