PHE Tangani Kebocoran Migas di Blok ONWJ

CNN Indonesia | Rabu, 17/07/2019 19:33 WIB
PHE Tangani Kebocoran Migas di Blok ONWJ Ilustrasi. (www.pheonwj.pertamina.com).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mengatakan terjadi gelembung gas di sekitar anjungan lepas pantai YYA, Blok Minyak dan Gas (Migas) Offshore North West Java (ON‎WJ) yang terletak sekitar 2 kilometer (Km) dari Pantai Utara Jawa, Karawang, Jawa Barat.

Vice President Relations PHE Ifki Sukarya menjelaskan insiden bermula saat dilakukan pengeboran sumur reaktivasi YYA-1 pada Jumat (12/7) lalu. Saat ini, perusahaan telah mengaktifkan Tim Penanganan Kejadian (Incident Management Team/IMT) untuk menanggulangi kejadian tersebut. Kegiatan pengeboran juga sudah dihentikan.

"Prioritas utama yang juga telah dilakukan adalah memastikan keselamatan karyawan yang berada di anjungan dan menara pengeboran (rig), masyarakat lingkungan sekitar dan memastikan isolasi serta pengamanan di sekitar lokasi kejadian," terang Ifki dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (17/7).

Untuk mengendalikan kejadian tersebut, perusahaan juga telah berkoordinasi dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM, dan instansi terkait.


Secara terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Migas Djoko Siswanto bilang tim dari Kementerian ESDM telah berada di lokasi kejadian sejak pekan lalu. Saat ini, petugas sedang melakukan pengeboran miring untuk menutup sumber keluarnya gelembung gas yang berpotensi menimbulkan kebocoran lanjutan. Sebagai catatan, anjungan tersebut belum berproduksi.

"Risiko yang paling fatal adalah rig dan platform tenggelam tetapi sekarang baru miring 8 derajat," ujar Djoko di Kementarian ESDM, Rabu (17/7).

Berdasarkan laporan yang diterimanya, selain gelembung gas, saat ini sudah ada minyak yang bocor (oil spill) ke laut. Namun, ia belum mendapatkan laporan terkait jumlahnya.

Petugas sudah mengantisipasi dan langsung turun untuk mencegah meluasnya penyebaran minyak. Salah satu caranya dengan menggunakan peralatan yang digunakan untuk mengurung tumpahan minyak di air (oil boom).


"Begitu minyak keluar ditangkap, angkat dan bereskan," katanya.

Sejauh ini, tim belum melakukan investigasi lanjutan atas penyebab kejadian tersebut. Sama seperti upaya penanganan kejadian lainnya, di tahap awal, tim fokus pada keselamatan orang dan lingkungan.

"Saat ini tidak ada korban karena sudah evakuasi," tandasnya.
[Gambas:Video CNN]


(sfr/bir)


BACA JUGA