Ketegangan Timur Tengah Tekan Rupiah ke Rp13.955 per Dolar AS

CNN Indonesia | Senin, 22/07/2019 09:04 WIB
Ketegangan Timur Tengah Tekan Rupiah ke Rp13.955 per Dolar AS Ilustrasi rupiah. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah berada di level Rp13.955 per dolar AS pada perdagangan Senin (22/7) pagi. Posisi tersebut melemah 0,13 persen dibandingkan akhir pekan lalu yang di level Rp13.934 per dolar AS.

Pagi hari ini, sebagian besar mata uang Asia melemah terhadap dolar AS. Ringgit Malaysia melemah 0,04 persen, peso Filipina melemah 0,05 persen, baht Thailand melemah 0,07 persen, dan dolar Singapura melemah 0,08 persen.

Kemudian, yen Jepang juga tercatat melemah 0,24 persen, dan won Korea Selatan melemah 0,29 persen. Di sisi lain, hanya dolar Hong Kong saja yang menguat sebesar 0,05 persen.


Sementara itu, mata uang negara maju seperti poundsterling Inggris, dolar Australia, dan euro melemah terhadap dolar AS dengan nilai pelemahan masing-masing sebesar 0,01 persen, 0,04 persen, dan 0,1 persen.


Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan ada kemungkinan rupiah sulit menguat di awal pekan ini lantaran bank sentral AS The Fed diperkirakan hanya akan memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin.

Padahal, pelaku pasar berekspektasi bahwa The Fed akan memangkas suku bunganya sebanyak 50 basis poin di akhir Juli ini. 

"Dengan kondisi ini, rupiah bergerak di kisaran Rp13.920 hingga Rp14.000 per dolar AS pada hari ini," jelas Ariston kepada CNNIndonesia.com, Senin (22/7).

Selain faktor tersebut, rupiah juga mendapatkan tekanan dari peningkatan ketegangan geopolitik yang terjadi di Timur Tengah. Ketegangan membuat investor mengalihkan investasinya dari aset berisiko seperti rupiah ke yang lebih aman. 

[Gambas:Video CNN]
(glh/agt)