Menkeu Klaim Dana Pendidikan Naik 39 Persen dalam 5 Tahun

CNN Indonesia | Rabu, 24/07/2019 05:50 WIB
Menkeu Klaim Dana Pendidikan Naik 39 Persen dalam 5 Tahun Menteri Keuangan Sri Mulyani. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawato telah mengalokasikan dana pendidikan mencapai Rp492,5 triliun dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2019. Hal itu demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan sarana prasarana pendidikan.

Bendahara Negara juga menyebut anggaran pendidikan terus meningkat setiap tahun dan telah naik signifikan dibanding lima tahun lalu. Jika diakumulasi, anggaran tahun ini meningkat 39,4 persen dari dana pendidikan yang dianggarkan pada 2014 yakni hanya Rp353,4 triliun.

"Dari sisi kebijakan APBN, 20 persen yang mencapai lebih dari Rp492,5 triliun tahun ini adalah untuk meningkatkan kualitas SDM," kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati di Semarang seperti dikutip dari Antara, Selasa (23/7).



Dana digunakan, baik untuk guru pegawai negeri sipil (PNS) maupun non-PNS. Tak hanya itu, anggaran pendidikan juga akan membiayai sarana prasarana pendidikan. Ke depan, Sri Mulyani juga menyebut perlu ada partisipasi dari dunia usaha dalam meningkatkan SDM.

"Kami juga gunakan insentif fiskal atau memberikan insentif pengurangan pajak hingga 200-300 persen untuk pendidikan vokasi serta untuk penelitian dan inovasi," ujar Sri Mulyani.

Sri Mulyani menjelaskan pemerintah terus mengoptimalkan APBN dan kebijakan fiskal, termasuk untuk menyelesaikan berbagai isu di dunia pendidikan.

Pemerintah juga menjalankan Program Indonesia Pintar (PIP) dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Tujuannya, untuk membantu meningkatkan akses para siswa yang kurang mampu ke layanan pendidikan dasar yang bermutu.


Tahun ini, kata Sri Mulyani, PIP diberikan kepada 20,1 juta siswa penerima bantuan atau lebih banyak dibanding penerima bantuan PIP 2018 yang mencapai 19,6 juta siswa.
Di sisi lain, jumlah siswa penerima BOS meningkat tajam hingga mencapai hampir 60 juta siswa di 2018.

Saat ini, pemerintah menargetkan penambahan dan perbaikan infrastruktur pendidikan, berupa penambahan 56.944 ruang kelas, pembangunan 8.314 sekolah baru, serta rehabilitasi 48.630 sekolah.

[Gambas:Video CNN] (Antara/lav)