"Ini kan komisaris kalau dia mau nulis (surat pengunduran diri) ya silakan, tapi saya belum terima, jadi saya belum tahu," kata Rini saat dikonfirmasi wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (24/7).
Rini meminta masalah pengunduran diri Roy ditanyakan kepada presiden komisaris PT Krakatau Steel atau deputi di Kementerian BUMN. Menurutnya, sampai saat ini dirinya belum mendapat kabar Roy mengundurkan diri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tadinya proyeknya terhenti bisa diselesaikan, rekstrukturisasi utang juga diselesaikan," ujarnya.
"Sehingga balancing antara yang kita bisa buat dengan impor itu harus bisa dilakukan. Itu saja permintaan saya," tuturnya.
Sebelumnya, Roy Maningkas memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Pengunduran diri sudah ia ajukan kepada Kementerian BUMN, Selasa (23/7).
Lihat juga:JK Dorong Krakatau Steel Rombak Manajemen |
Pengunduran diri tersebut dilakukan karena Kementerian BUMN menolak opini ketidakpuasan (dissenting opinion) yang diajukannya terhadap tingkat kemajuan (progress) pabrik blast furnace yang diinisiasi perusahaan sejak 2011.
Di dalam surat tersebut, Roy mengatakan bahwa proyek pengolahan bijih besi tersebut ganjil dan berpotensi membuat KS didera rugi lebih dalam.
Roy mengaku sebenarnya pada 11 Juli lalu, ia sudah mengajukan surat dissenting opinion tersebut kepada Menteri BUMN Rini Soemarno dan jajarannya.
"Di dalam Whatsapp yang disampaikan oleh Deputi BUMN Fajar Harry Sampoerno, Bu Menteri BUMN mengatakan beliau tidak puas dengan dissenting opinion tersebut," kata Roy.
[Gambas:Video CNN] (fra/lav)