Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan penurunan suku bunga acuan akan menjadi amunisi yang bagus bagi industri perbankan. Permintaan kredit akan semakin menggeliat dari periode sebelumnya.
"Untuk pertumbuhan kredit kami optimistis masih bisa, apalagi sentimennya ke indonesia cukup bagus," papar Wimboh, Rabu (24/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sempat pesimis tapi dengan pelonggaran GWM, tapi sekarang sudah diturunkan juga," ujar dia.
"Belum ada (pengaruhnya). Risiko kredit bermasalah (non performing loan/NPL) juga baik. Perbankan sudah antisipasi," ucap Heru.
Sebagai informasi, OJK mencatat pertumbuhan kredit sepanjang semester I 2019 sebesar 9,92 persen secara tahunan. Sejumlah sektor yang menopang kenaikan kredit, antara lain sektor listrik, air, gas, konstruksi, dan pertambangan.
Kemudian, NPL gross industri perbankan berada di level 2,5. Realisasi itu diklaim OJK yang terendah dalam lima tahun terakhir.
Dari sisi Dana Pihak Ketiga (DPK), jumlah yang dihimpun naik sebesar 7,42 persen secara tahunan. Capaian itu ditopang oleh pertumbuhan deposito dan perbankan.
[Gambas:Video CNN] (aud/lav)