"Penerbitan global bond, serta tambahan wholesale funding lainnya akan membuat Capital Adequacy Ratio/CAR (rasio kecukupan modal) perseroan berada di level 19,1 persen pada Desember 2019," ujar Direktur Utama Bank BTN Maryono, Jumat (26/7).
Ia melanjutkan penerbitan junior global bond akan menjadi pemicu bisnis perseroan pada tahun depan, termasuk penopang untuk merealisasikan target laba bersih. "Kinerja kami on track pada semester pertama ini."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rinciannya, KPR bersubsidi sebesar Rp90,75 triliun pada Juni 2019 atau meroket 27,55 persen. Sedangkan KPR nonsubsidi naik 13,08 persen menjadi Rp74,39 triliun.
Sementara, di segmen lini kredit komersial, perseroan mencatat kredit bertumbuh 17,7 persen menjadi Rp44,77 triliun. Peningkatan ditopang oleh kredit investasi yang melejit 88,99 persen menjadi Rp7,28 triliun.
Dari sisi laba, BTN mengantongi keuntungan bersih Rp1,3 triliun. "Realisasi itu tercatat 50 persen dari target laba perseroan hingga akhir tahun, yakni Rp2,6 triliun," jelas Maryono.
Kinerja kinclong tersebut berhasil mengerek aset perseroan menjadi Rp312,47 triliun atau meningkat 16,58 persen per semester I 2019. (bir)