Tanpa Blockchain, Kadin Sebut Marketplace Bisa Redup

CNN Indonesia | Senin, 29/07/2019 19:26 WIB
Tanpa Blockchain, Kadin Sebut Marketplace Bisa Redup Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyebut bisnis marketplace berpotensi meredup jika tak menerapkan sistem blockchain. Pasalnya, tanpa penerapan teknologi blockchain, perusahaan marketplace bisa saja ditinggalkan oleh Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang selama ini menggunakan jasanya untuk berjualan.

"(Perusahaan) e-commerce besar-besar kalau tidak menerapkan blockchain mereka hilang loh," ucap Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Logistik dan Supply Chain Rico Rustombi, Senin (29/7).

Ia menjelaskan marketplace merupakan pihak yang mempertemukan dan mengatur proses antara penjual dan pembeli melalui platform yang dibuat oleh perusahaan tersebut. Dalam hal ini, penjual dan pembeli itu bisa dikatakan sebagai mitra dari perusahaan.


Jika marketplace tak segera menerapkan blockchain, mitra UMKM rentan menggunakan blockchain terlebih dahulu. Konsekuensinya, mitra UMKM dapat langsung memasarkan produknya tanpa harus melalui perusahaan yang memfasilitasi e-commerce. Hal itu tentu akan merugikan perusahaan mengingat sumber pendapatannya selaku perantara (middleman) berasal dari komisi atas jual-beli yang terjadi melalui platform tersebut.

Ia mengakui, sejauh ini, blockchain memang belum familiar di Indonesia. Karenanya, Rico berharap setidaknya teknologi itu bisa berkembang dalam empat sampai lima tahun ke depan di dalam negeri.

"Ini kan ada masalah investasi teknologinya, tapi memang fokus kami di UMKM. Dengan blockchain ini bisnis mereka (UMKM) bisa lebih besar lagi," terangnya.

Selain itu, teknologi blockchain juga dapat membuka akses pendanaan baru bagi pelaku UMKM. Hal itu seiring meningkatnya kepercayaan perbankan karena penggunaan sistem yang mumpuni.

"Selama ini kan mereka (UMKM) masih sulit untuk meminjam ke bank tetapi, kalau ekosistemnya percaya, (perbankan) bisa berikan akses pendanaan," jelasnya.

[Gambas:Video CNN] (aud/sfr)