Bambang Brodjonegoro: Blockchain Bisa Bikin Industri Efisien

CNN Indonesia | Senin, 29/07/2019 12:53 WIB
Bambang Brodjonegoro: Blockchain Bisa Bikin Industri Efisien Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan industri di dalam negeri masih perlu mengandalkan teknologi untuk bisa bersaing dengan perusahaan global. Salah satu teknologi yang dapat digunakan adalah blockchain.

Melalui blockchain, ia meyakini industri dapat melakukan efisiensi dan bertransformasi. Blockchain merupakan rantai blok berisi catatan mengenai data transaksi yang tak bisa diubah dan terverifikasi. Blockchain tidak menggunakan pihak ketiga dalam suatu proses pertukaran data.

Dengan blockchain, industri nasional dipercaya memiliki daya saing berhadapan dengan perusahaan global. Pangsa pasarnya pun bisa lebih diperluas.

"Dalam hal ini, butuh integrasi data. Integrasi data bisa dengan blockchain. Ini bisa mengoptimalkan posisi pasar, industri butuh untuk bertransformasi," tutur Bambang, Senin (29/7).

Beberapa industri yang bisa mengandalkan blockchain, misalnya, industri makanan dan minuman (mamin), tekstil, agrikultur, dan perikanan. Bambang bilang teknologi itu dapat memperbaiki transparansi dalam rantai produksi dari hulu ke hilir.

"Sektor produk hulu dan hilir ini bisa dihubungkan satu sama lain, sehingga blockchain bisa membuat industri lebih efisien," terang dia.

Kemudian, Bambang mengklaim blockchain juga dapat menjadi jembatan antara pemerintah dengan dunia usaha. Pasalnya, selama ini ada perbedaan pemahaman dan pengetahuan terkait teknologi antara pemerintah dan industri.

"Blockchain akan mengurangi jurang informasi antara pemerintah dan industri tentang teknologi dan bisa ambil keputusan terkait teknologi," katanya.

Tak hanya itu, blockchain juga bisa dimanfaatkan untuk mengoptimalkan distribusi dana desa dari pemerintah pusat. Ini lantaran teknologi itu membuat sistem lebih transparan.

Secara keseluruhan, pemerintah menyiapkan sejumlah kebijakan agar kemajuan teknologi bisa berdampak maksimal di dalam negeri. Kebijakan itu antara lain, memperbaiki kualitas layanan digital untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing sektor pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Selain itu, pemerintah juga mengintegrasikan proses riset, desain, dan pengembangan dengan modernisasi industri dan sektor produktif lainnya. Lalu, pengembangan teknologi juga lebih dioptimalkan dan pemerintah akan memperkuat ekosistem inovasi dengan kolaborasi antara pemerintah, pelaku bisnis, institusi pendidikan, dan komunitas.

"Terakhir pemerintah akan mendorong kolaborasi startup terkait pengembangan, inkubasi, dan model bisnis," imbuh Bambang.

Sementara itu, Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Roeslani menuturkan blockchain memiliki potensi luar biasa untuk melakukan transformasi di sektor finansial dan sektor lainnya, terutama terkait pembaruan dalam sistem transaksi.

"Perusahaan berskala besar dan sedang yang berkembang di dunia digital ini sedang mendalami maupun mengembangkan layanan teknologi ini agar tetap berperan di pasar yang kompetitif," jelasnya.

Indonesia, lanjut dia, berada di garda depan dalam inisiatif penerapan teknologi blockchain di kawasan Asia Tenggara. Sejumlah perusahaan nasional bahkan menerapkan teknologi tersebut.

Menurut data Bank Dunia, sambung Rosan, Indonesia berada di urutan 14 dalam penerimaan remitansi dari Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Peningkatan transfer dana dari TKI yang bekerja di luar negeri terjadi berkat hadirnya sistem blockchain.
[Gambas:Video CNN]
"Peran perantara (intermediaty) dihilangkan. Karena itu, blockchain dipandang menghadirkan sistem transfer yang lebih efisien dan bebas biaya tambahan," katanya.

Skala ekonomi nasional yang besar, serta potensi penerapan teknologi blockchain yang lintas sektoral, ia optimistis dapat mendukung posisi Indonesia sebagai sentra teknologi regional.


(aud/bir)