Melalui blockchain, ia meyakini industri dapat melakukan efisiensi dan bertransformasi. Blockchain merupakan rantai blok berisi catatan mengenai data transaksi yang tak bisa diubah dan terverifikasi. Blockchain tidak menggunakan pihak ketiga dalam suatu proses pertukaran data.
Dengan blockchain, industri nasional dipercaya memiliki daya saing berhadapan dengan perusahaan global. Pangsa pasarnya pun bisa lebih diperluas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, Bambang mengklaim blockchain juga dapat menjadi jembatan antara pemerintah dengan dunia usaha. Pasalnya, selama ini ada perbedaan pemahaman dan pengetahuan terkait teknologi antara pemerintah dan industri.
"Blockchain akan mengurangi jurang informasi antara pemerintah dan industri tentang teknologi dan bisa ambil keputusan terkait teknologi," katanya.
Secara keseluruhan, pemerintah menyiapkan sejumlah kebijakan agar kemajuan teknologi bisa berdampak maksimal di dalam negeri. Kebijakan itu antara lain, memperbaiki kualitas layanan digital untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing sektor pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Selain itu, pemerintah juga mengintegrasikan proses riset, desain, dan pengembangan dengan modernisasi industri dan sektor produktif lainnya. Lalu, pengembangan teknologi juga lebih dioptimalkan dan pemerintah akan memperkuat ekosistem inovasi dengan kolaborasi antara pemerintah, pelaku bisnis, institusi pendidikan, dan komunitas.
"Terakhir pemerintah akan mendorong kolaborasi startup terkait pengembangan, inkubasi, dan model bisnis," imbuh Bambang.
"Perusahaan berskala besar dan sedang yang berkembang di dunia digital ini sedang mendalami maupun mengembangkan layanan teknologi ini agar tetap berperan di pasar yang kompetitif," jelasnya.
Indonesia, lanjut dia, berada di garda depan dalam inisiatif penerapan teknologi blockchain di kawasan Asia Tenggara. Sejumlah perusahaan nasional bahkan menerapkan teknologi tersebut.
Menurut data Bank Dunia, sambung Rosan, Indonesia berada di urutan 14 dalam penerimaan remitansi dari Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Peningkatan transfer dana dari TKI yang bekerja di luar negeri terjadi berkat hadirnya sistem blockchain.
[Gambas:Video CNN]
"Peran perantara (intermediaty) dihilangkan. Karena itu, blockchain dipandang menghadirkan sistem transfer yang lebih efisien dan bebas biaya tambahan," katanya.
Skala ekonomi nasional yang besar, serta potensi penerapan teknologi blockchain yang lintas sektoral, ia optimistis dapat mendukung posisi Indonesia sebagai sentra teknologi regional. (aud/bir)