Sementara kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp14.010 per dolar AS atau melemah dari posisi akhir pekan lalu di Rp14.001 per dolar AS.
Rupiah berada di zona merah bersama beberapa mata uang Asia lainnya. Yuan China melemah 0,18 persen, ringgit Malaysia minus 0,15 persen, dan dolar Singapura minus 0,15 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:IHSG Merosot ke Level 6.299 |
Analis sekaligus Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan rupiah melemah karena tertekan sejumlah sentimen yang menguatkan dolar AS. Yakni, pasar memperkirakan penurunan tingkat bunga acuan bank sentral AS, The Federal Reserve tidak akan setinggi ekspektasi awal.
Pasalnya, rilis pertumbuhan ekonomi AS cukup memuaskan, yaitu di angka 2,1 persen pada kuartal II 2019. "Akibatnya, peluang pemotongan setengah poin dari The Fed tampaknya telah menyusut, kemungkinan hanya 25 basis poin," ungkap Ibrahim kepada CNNIndonesia.com, Senin (29/7).
Sementara itu, belum ada sentimen positif dari domestik. Sebab, rilis data investasi dan inflasi baru akan dilakukan jelang akhir pekan ini.
Di sisi lain, poundsterling Inggris dan euro Eropa melemah dari mata uang negara adidaya karena kelanjutan proses keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Britania Exit/Brexit) tidak berlanjut lagi.
[Gambas:Video CNN] (uli/bir)