Sementara, kurs referensi Bank Indonesia Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.001 per dolar AS atau melemah dibanding kemarin, yaitu Rp13.986 per dolar AS. Pada hari ini, rupiah berada di dalam rentang Rp14.000 hingga Rp14.012 per dolar AS.
Sore hari ini, sebagian besar mata uang utama Asia melemah terhadap dolar AS. Yen Jepang melemah 0,04 persen, dolar Singapura melemah 0,09 persen, yuan China melemah 0,12 persen, ringgit Malaysia melemah 0,13 persen, dan won Korea Selatan melemah 0,29 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, mata uang negara maju juga menunjukkan pelemahan terhadap dolar AS. Euro melemah 0,11 persen, poundsterling Inggris melemah 0,19 persen, dan dolar Australia melemah 0,29 persen.
Ini membuat pelaku pasar yakin bahwa bank sentral AS, The Fed, mungkin masih akan menurunkan suku bunga acuannya, Fed Rate, namun tidak sedalam seperti ekspektasi sebelumnya.
The Fed diprediksi hanya akan menurunkan Fed Rate 25 basis poin dari ramalan sebelumnya 50 basis poin pada rapat komite pasar federal terbuka (FOMC) akhir bulan ini.
"Tetapi, pemangkasan sebanyak tiga kali di tahun ini masih terbuka lebar," jelas Ibrahim, Jumat (26/7).
Kemudian, AS juga mencatat lonjakan pesanan barang modal, di mana data itu tentu memberi dampak bagi The Fed untuk menahan suku bunga acuannya. Namun, pasar kini tetap menunggu rilis pertumbuhan ekonomi AS kuartal II yang sedianya diumumkan Jumat (26/7) waktu setempat.
"Pertumbuhan ekonomi AS diperkirakan melambat menjadi 1,8 persen pada kuartal kedua dari 3,1 persen pada kuartal sebelumnya," pungkasnya. (glh/bir)