Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Luky Alfirman mengatakan nilai pemesanan tersebut melebihi target indikatif yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp2 triliun. Pemesanan dilakukan oleh sekitar 9.956 investor baru dan 229 investor lama.
"Dari total investor tersebut, sebanyak 55,05 persen merupakan generasi milenial. Hal ini menunjukkan generasi muda semakin sadar untuk berinvestasi sejak dini," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (29/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sisanya, surat utang dibeli oleh kalangan tradisionalis dengan usia 74 tahun sampai 91 tahun sekitar 1,63 persen dan generasi Z yang berusia kurang dari 19 tahun sekitar 0,33 persen.
Dari sisi profesi, pemesanan surat utang paling banyak dilakukan oleh pegawai swasta sekitar 38,43 persen, wiraswasta 19,14 persen, PNS/TNI/Polri 10,29 persen, dan ibu rumah tangga 9,43 persen.
Sementara, rata-rata nilai pemesanan sebesar Rp214,08 juta atau lebih rendah dari periode pemesanan SBR seri sebelumnya yang mencapai Rp237,31 juta.
Penerbitan surat utang rencananya dibuka kembali oleh pemerintah pada 8-21 Agustus 2019 untuk seri ST005. Diikuti penerbitan SBR008 pada 5-19 September 2019, ORI016 pada 10-24 Oktober 2019, dan ST006 pada 6-20 November 2019.
[Gambas:Video CNN] (uli/bir)