Nissan Indonesia Akui PHK Karyawan Demi Efisiensi

CNN Indonesia | Selasa, 30/07/2019 15:36 WIB
Nissan Indonesia Akui PHK Karyawan Demi Efisiensi Direktur Utama Nissan Motor Indonesia Isao Sekiguchi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Nissan Motor Indonesia (NMI) membenarkan bahwa keputusan Nissan Motor Co, induk usahanya, melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) juga akan dialami karyawan perusahaan di Indonesia.

Direktur Utama NMI Isao Sekiguchi mengatakan langkah PHK ditempuh untuk memperbaiki operasional perusahaan dan efisiensi investasi. Ini diklaimnya sesuai dengan yang disampaikan CEO Nissan Motor Co Hiroto Saikawa pada konferensi pers pekan lalu.

Diketahui, produsen kendaraan bermotor yang bermarkas di Jepang tersebut akan mengurangi kapasitas produksinya dalam beberapa tahun ke depan, termasuk mengurangi produksi di enam lokasi pabriknya.

"Dari 2020 sampai 2021 kami akan menghentikan atau mengurangi kapasitas, di lini atau pabrik di enam lokasi," ujar Isao kepada CNNIndonesia.com, Selasa (30/7).

Dalam hal ini, perusahaan akan memangkas jumlah karyawannya di seluruh dunia mencapai 12.500 orang. Namun, manajemen enggan menyebut jumlah karyawan yang akan terkena PHK di Indonesia.

"Angkanya untuk seluruh dunia," imbuhnya.

Sebelumnya, mengutip Reuters pada Kamis (30/7), keputusan pengurangan karyawan dan produksi dilakukan seiring dengan lesunya penjualan otomotif secara global.

Di samping itu, kinerja keuangan perusahaan juga kian melorot. Produsen mobil nomor dua di Jepang ini mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 98,5 persen pada kuartal I 2019 menjadi 1,6 miliar yen atau setara US$14,8 juta.

Sebelum manajemen merilis laporan keuangannya, perusahaan sudah melakukan PHK pada 4.800 karyawan di seluruh dunia pada Mei 2019 kemarin. Tercatat, Nissan Motor Co mempekerjakan sekitar 139 ribu karyawan di seluruh negara. operasionalnya.
[Gambas:Video CNN]


(aud/bir)